Polisi Amankan Demo Mahasiswa dan Masyarakat Sipil di Jakarta Pusat

Smallest Font
Largest Font

Aksi unjuk rasa elemen mahasiswa dan masyarakat sipil kembali digelar di sejumlah titik wilayah Jakarta Pusat pada Selasa, 21 Juli 2026. Kepolisian mengerahkan personel gabungan serta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional guna mengantisipasi kemacetan di kawasan Gambir dan kantor Otoritas Jasa Keuangan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyampaikan terdapat dua agenda unjuk rasa yang berlangsung pada hari tersebut. Jaringan Aktivis Muda Indonesia dijadwalkan beraksi di depan kantor OJK mulai pukul 11.00 WIB, disusul Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia di kawasan Gambir pada pukul 15.00 WIB.

Untuk mengamankan jalannya penyampaian pendapat di muka umum ini, sebanyak 706 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan di lokasi.

"Pengamanan aksi unjuk rasa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia dan beberapa elemen di wilayah Gambir, dengan rencana giat pukul 15.00 WIB," kata Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan menggunakan rute alternatif. Bagi pengendara dari arah Gunung Sahari atau Senen menuju Sunter, arus dapat dialihkan melalui Jalan Angkasa, Jalan Garuda, hingga Jalan Benyamin Sueb atau Jalan HBR Motik. Pengendara yang menuju akses Tol Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta disarankan masuk melalui Gerbang Tol Sunter atau Podomoro.

Rangkaian demonstrasi di Jakarta Pusat ini melanjuti gelombang aksi sebelumnya pada Jumat, 17 Juli 2026, ketika aliansi mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Terbuka, Universitas Paramadina, serta Koalisi Masyarakat Sipil menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda. Aksi massa yang tergabung dalam Majelis Perjuangan Rakyat tersebut ditutup dengan pembacaan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa meluapkan kekecewaannya karena tidak dapat mencapai titik aksi yang direncanakan semula di kawasan Patung Kuda.

"Kami sangat kecewa karena aksi kami yang damai pada akhirnya tidak sampai pada kesepakatan awal, yaitu aksi di Patung Kuda," ujar perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat.

Aliansi tersebut berkomitmen untuk terus memperluas gerakan konsolidasi ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Kami akan terus melawan atas kekecewaan kami terhadap komunikasi publik dan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kami bersepakat akan melaksanakan konsolidasi lanjutan bersama seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya," katanya perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyoroti pentingnya peran mahasiswa dan elemen masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan.

"Atas nama cinta kita kepada negara Indonesia, kita mengkritik hal yang salah. Sejatinya, kita sebagai mahasiswa dan rakyat harus terus mengawal pemerintah sebagai check and balance pemerintah," ujarnya perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat.

Di akhir unjuk rasa tersebut, perwakilan aliansi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mengawal jalannya aksi.

"Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa, masyarakat sipil, media, dan teman-teman lainnya. Tanpa kalian semua, kita tidak akan pernah bisa berdiri di sini dan terus melawan hal-hal yang tidak benar," katanya perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed