Timnas Portugal Menguji Kekuatan Nigeria Menjelang Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Portugal dijadwalkan menantang Nigeria dalam pertandingan uji coba internasional terakhir di Stadion Dr. Magalhaes Pessoa, Leiria, pada Rabu malam waktu setempat sebelum bertolak menuju Piala Dunia 2026. Laga pemanasan ini krusial bagi Selecao das Quinas untuk mengukur kesiapan taktis, sementara bagi Nigeria laga menjadi bagian rekonstruksi tim setelah gagal lolos ke putaran final.

Portugal berada dalam tren positif setelah sebelumnya berhasil menundukkan Chile dengan skor 2-1 melalui gol Goncalo Guedes dan Bruno Fernandes, serta menang 2-0 atas Amerika Serikat. Di sisi lain, Nigeria mengantongi modal berupa hasil imbang 2-2 saat menghadapi Polandia pada pertandingan terakhir mereka.

Pelatih kepala Portugal, Roberto Martinez, menjelaskan bahwa pertandingan ini memberikan simulasi yang tepat mengenai karakter permainan fisik yang akan mereka hadapi di fase grup Piala Dunia nanti. Portugal tergabung di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.

"I think there are two main aspects for us (before we play) against a team like Congo." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Martinez menilai karakteristik barisan penyerang Nigeria memiliki kemiripan yang setara dengan calon lawan mereka di turnamen resmi. Evaluasi lini pertahanan menjadi fokus utama yang ingin dicapai oleh mantan manajer Belgia tersebut dalam laga ini.

"There are aspects, in terms of Nigeria's forward players, where I think there are qualities that will be very helpful for us to defend as a team in the areas we're going to face against DR Congo." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Fleksibilitas taktik tim lawan juga mendapat perhatian khusus dari tim pelatih Portugal. Martinez memuji bagaimana komposisi pemain Nigeria tetap dinamis meski tidak diperkuat sejumlah nama besar.

"I expect a Nigerian team to be very competitive." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Sistem permainan yang diterapkan oleh juru taktik Nigeria dinilai mampu mengakomodasi transisi antarposisi dengan sangat baik. Hal itu terlihat dari rekaman pertandingan yang dianalisis oleh staf pelatih Portugal.

"I enjoyed the game against Poland, the last friendly. I love the ideas of the coach. I think, flexibly, as a team, using the different systems that they use, fits different players in different positions." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Walaupun Nigeria tidak membawa penyerang andalan seperti Victor Osimhen dan Ademola Lookman, Martinez menegaskan kualitas tim lawan tidak akan menurun. Keberadaan pemain berpengalaman di Liga Inggris menjadi jaminan mutu performa mereka.

"I can see that obviously players like Osimhen and Lookman are not here, but they are replaced by other players." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Struktur kedalaman skuad Nigeria dinilai tetap berbahaya karena diisi oleh nama-nama mapan yang berkompetisi di Eropa. Martinez mewaspadai motivasi tinggi dari tim tamu untuk memberikan perlawanan ketat.

"They have a really high level of performance, and I expect a very competitive game." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Beberapa nama spesifik yang menjadi perhatian Martinez adalah Calvin Bassey dan Alex Iwobi. Kedua pemain tersebut dinilai memiliki pengalaman internasional yang mumpuni untuk merepotkan barisan pertahanan Portugal.

"Real quality players with a lot of experience like (Calvin) Bassey, Alex (Iwobi) - players that I know very, very well. (I expect) a competitive game that I think is going to help both teams in many aspects." kata Roberto Martinez, Pelatih Head Coach Portugal.

Sementara itu, pelatih kepala Nigeria, Eric Chelle, memberikan pandangannya mengenai alasan Portugal memilih timnya sebagai lawan tanding terakhir. Chelle mengaitkannya dengan kegagalan timnya di babak kualifikasi terdahulu.

"I think they want to play an African team because of the intensity of the game. I speak about physicality, so this is a good opportunity to play against us." ujar Eric Chelle, Pelatih Kepala Nigeria.

Chelle menambahkan bahwa aspek intensitas dan benturan fisik khas sepak bola Afrika menjadi hal yang dicari oleh Martinez. Nigeria memiliki pengalaman langsung menghadapi DR Kongo pada fase play-off kualifikasi Piala Dunia sebelumnya.

"We played against DR Congo in the World Cup play-offs and we lost on penalties. Maybe they want to see the way they can play against them." ujar Eric Chelle, Pelatih Kepala Nigeria.

Di samping itu, Chelle juga memberikan prediksi positif mengenai peluang Portugal di putaran final Piala Dunia 2026. Menurutnya, generasi Portugal saat ini memiliki potensi besar untuk mencatatkan sejarah baru bagi negaranya.

"This team, in one month, can be the next world champion. This is a big chance for us to play against Portugal in their country." ujar Eric Chelle, Pelatih Kepala Nigeria.

Dari pembaruan kondisi tim, Portugal mendapatkan tambahan kekuatan setelah empat pemain Paris Saint-Germain, yakni Nuno Mendes, Joao Neves, Vitinha, dan Goncalo Ramos bergabung usai menyelesaikan komitmen di Liga Champions. Matheus Nunes juga dipastikan kembali berlatih setelah pulih dari sakit, sementara Rafael Leao dipastikan absen akibat skorsing kartu merah dan Cristiano Ronaldo kemungkinan akan memulai laga dari bangku cadangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed