Turki Hadapi Paraguay pada Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Turki bersiap menghadapi Paraguay pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi's, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) pukul 10.00 WIB. Pertandingan krusial ini menjadi momentum kebangkitan bagi kedua tim setelah sama-sama menelan kekalahan telak pada laga pembuka fase grup.

Dilansir dari ANTARA dan Kompas.tv, Turki sebelumnya secara mengejutkan takluk 0-2 dari Australia, sementara Paraguay dihantam oleh tim tuan rumah Amerika Serikat dengan skor akhir 1-4. Pertemuan di Santa Clara ini akan menjadi laga kompetitif pertama sepanjang sejarah bagi kedua negara, setelah sebelumnya hanya pernah bermain imbang tanpa gol dalam laga uji coba pada tahun 1995 silam.

Penyerang sayap timnas Turki, Kenan Yildiz, memberikan pandangannya mengenai performa tim yang sebenarnya mendominasi 62 persen penguasaan bola dan menciptakan total 30 peluang saat melawan Australia.

"Saya pikir kami tidak bermain buruk pada laga perdana," kata Kenan Yildiz, pemain timnas Turki.

Pemain muda jebolan akademi Bayern Munchen tersebut menyadari bahwa timnya masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu segera dibenahi sebelum laga hidup-mati ini berlangsung.

"Tentu saja, masih ada hal yang harus kami tingkatkan," imbuh Kenan Yildiz, pemain timnas Turki.

Pelatih timnas Turki, Vincenzo Montella, turut menyoroti tekanan mental yang dihadapi para pemainnya akibat kritik tajam dari publik setelah hasil buruk di pertandingan pertama.

"Mereka adalah manusia, bukan robot atau mesin. Jadi mereka terpengaruh oleh betapa berlebihan beberapa reaksi yang diberikan," kata Vincenzo Montella, pelatih timnas Turki.

Di pihak lawan, pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, memilih untuk pasang badan demi melindungi anak asuhnya dari kecaman media serta pendukung Los Guaraníes setelah dihancurkan Amerika Serikat.

"Kritiklah saya. Anda boleh menyerang saya, tetapi jangan menyerang mereka. Lindungi mereka.

Anda tahu mengapa? Karena ketika Piala Dunia berakhir, saya akan pergi, tetapi mereka akan tetap tinggal. Mereka akan tetap ada dan akan terus mewakili negara," tegas Gustavo Alfaro, pelatih timnas Paraguay.

Secara historis, Turki membawa semangat Piala Dunia 2002 ketika mereka berhasil bangkit dari kekalahan di laga pertama hingga melaju ke babak semifinal. Di sisi lain, Paraguay memiliki rekam jejak mumpuni di turnamen ini dengan pencapaian terbaik menembus babak perempat final pada edisi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed