Rodri Hernández Selesaikan Studi Kuliah di Tengah Karier Sepak Bola
Gelandang tim nasional Spanyol, Rodri Hernández, menunjukkan komitmen luar biasa dengan tetap mengutamakan pendidikan tinggi di jurusan Administrasi dan Manajemen Bisnis (ADE) Universitas Jaime I de Castellón di tengah karier sepak bola profesionalnya.
Pemain Manchester City tersebut tetap mempertahankan fokus belajar sejak masa muda dan tidak membiarkan popularitas mengganggu studinya.
Orang tua Rodri selalu menekankan pentingnya pendidikan formal bagi masa depan sang putra karena menyadari karier di dunia sepak bola tidak dapat diprediksi sepenuhnya.
"Se preocupan más de sus estudios, querían que se formara porque saben que el fútbol es una lotería" kata Valentín Henarejos, sahabat dekat sang pemain kepada Marca.
Ketika meniti karier awal di Villarreal, Rodri harus membagi waktu secara ketat antara menghadiri kelas perkuliahan di pagi hari dan mengikuti sesi latihan di sore hari.
"Recuerdo muchas veces venir de jugar partidos, que me vieran por la tele y que dijeran: 'joe, este es el mismo pavo que viene ahora a la residencia'. Muchos se quedaban sorprendidos" tutur Rodri Hernández mengenang masa remajanya di asrama.
Demi menjaga konsentrasi, ia berusaha memisahkan pikiran antara kewajiban akademik dengan aktivitas di atas lapangan hijau.
"Cuando estoy entrenando, estoy entrenando, pero cuando estoy estudiando, no puedo estar pensando en el futbol. Eso era genial" jelas Rodri Hernández dalam dokumenter Denominación de Origen.
Keterbatasan fasilitas transportasi pada masa awal tidak menghalangi niatnya untuk tetap datang tepat waktu ke tempat latihan.
"Iba con bicicleta de alquiler desde Castellón hasta Villarreal porque llegaba tarde y no tenía coche" kenang Rodri Hernández tentang perjuangannya bersepeda.
Pilihan bersepeda tersebut diambil karena berjalan kaki memakan waktu yang lama dan menguras energi fisik sebelum latihan dimulai.
"Hacer eso cada vez que ibas a entrenar cansa mucho" tambah Rodri Hernández.
Kesederhanaan hidup tetap dipertahankan oleh pemenang Ballon d'Or 2024 tersebut meskipun telah meraih kesuksesan finansial yang besar di usia muda.
"Para Rodri, el coche es un medio de transporte y no es lo relevante. ujar kerabatnya mengenai pandangan sang pemain terhadap kendaraan mewah.
Komitmen studi tersebut bahkan terus berlanjut secara jarak jauh setelah dirinya memutuskan pindah ke Inggris untuk bergabung dengan skuad asuhan Pep Guardiola.
"Cuando fichó por el City, todavía no había terminado la carrera, pero seguía estudiando a distancia y nadie sabe que a veces entre semana se cogía un avión a Castellón para hacer un examen, y se volvía a Manchester esa misma tarde" ungkap Ximo Miralles kepada Relevo.
Sikap disiplin dan membumi ini juga terlihat dari keputusan sang gelandang bertahan untuk sepenuhnya menjauh dari media sosial.
"La fama no me llena. No me gusta ser extravagante" tegas Rodri Hernández dalam sebuah wawancara mengenai alasannya menghindari popularitas berlebih.
Di asrama mahasiswa itu pula, pemain kelahiran Madrid ini bertemu dengan istrinya, Laura Iglesias, yang kini berprofesi sebagai dokter bedah.
"novata, recógeme la bandeja" kata Laura Iglesias menirukan ucapan awal Rodri saat mereka pertama kali berinteraksi di kantin asrama.
Pertemuan awal tersebut berlanjut menjadi upaya gigih dari sang pesepak bola untuk mendekati dan meluluhkan hati Laura.
"Ahí empezó mi duro recorrido para conquistarla" aku Rodri Hernández mengenai masa-masa pendekatan tersebut.
Laura mengungkapkan bahwa sang suami membutuhkan waktu dan kerja keras yang cukup lama sebelum akhirnya mereka resmi menjalin hubungan kasih.
"Estuvo mes y medio, dos meses... pico pala, pico pala. Se lo curró muchísimo" kisah Laura Iglesias mengenai kegigihan suaminya.
Rodri sendiri mengakui bahwa proses mendekati sang istri merupakan salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan pribadinya.
"No había manera de que dijera que sí" tutur Rodri Hernández.
Masa lalu sang pemain juga sempat diwarnai penolakan dari akademi Atlético de Madrid karena masalah pertumbuhan fisik sebelum akhirnya ia berkembang pesat di Villarreal.
"Él pegó el estirón más tarde. El padre es un hombre alto y la madre no es bajita. Sabíamos que estiraría; pero lo hizo ya en el Villarreal" papar Enrique Vedia, Presiden Rayo Majadahonda kepada EFE.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow