Saham AMMN Anjlok Saat Irwin Wan Ajukan Pengunduran Diri
Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengalami kemerosotan tajam pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, bersamaan dengan pengumuman rencana pengunduran diri salah satu direktur perseroan, Irwin Ka Pui Wan.
Nilai efek perusahaan tambang ini terdepresiasi hingga menyentuh level Rp3.180 per lembar saham pada pukul 14.06 WIB, dan sempat berada di posisi Rp3.370 per lembar pada pukul 15.20 WIB setelah dibuka pada level Rp3.580. Penurunan ini mencatatkan akumulasi kemerosotan harga saham AMMN sebesar 50,44 persen sejak awal tahun secara year-to-date (YtD) 2026.
Tekanan berat pada saham emiten pertambangan tersebut juga dipicu setelah kepastian AMMN didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI Global Standard Index bersama lima perusahaan lainnya pada Rabu, 13 Mei 2026. Laporan kepemilikan efek per 11 Mei 2026 mencatat Irwin Wan mengantongi porsi saham terkecil di jajaran direksi, yakni 0,054 persen atau 39.056.600 lembar saham.
Proses administrasi terkait permohonan berhenti Irwin Wan, yang menjabat sejak Februari 2021, akan diajukan sesuai regulasi OJK dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku Tahunan 2025 pada Selasa, 19 Mei 2026. Pihak manajemen memastikan roda operasional serta kondisi finansial emiten tidak terganggu oleh keputusan struktural ini.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia memuat konfirmasi resmi mengenai surat permohonan berhenti dari jajaran manajemen yang diterima pada Kamis, 14 Mei 2026.
"Pada tanggal 14 Mei 2026, Perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan sehubungan rencana pengunduran diri beliau selaku Direktur Perseroan," tulis Corporate Secretary AMMN Vemmy Febrianti.
Pihak internal juga menyatakan bahwa fluktuasi tajam transaksi saham dikontrol secara transparan dan tidak ada fakta material krusial lain yang disembunyikan dari publik.
"Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 yang belum kami laporkan kepada Bursa Efek Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan," kata Vemmy Febrianti.
Sebelumnya, emiten juga mengonfirmasi tidak ada rencana pengerjaan proyek strategis baru dalam jangka waktu dekat.
"Sampai dengan saat ini, kami juga belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, kecuali terkait dengan pengalihan saham hasil pembeliam kembali," kata Vemmy Febrianti.
Secara fundamental, dilansir dari wartaekonomi.co.id, AMMN mengantongi penjualan bersih senilai US$1,847 miliar, EBITDA sebesar US$1,057 miliar, serta perolehan laba bersih sebesar US$258 juta sepanjang tahun buku 2025. Performa penjualan ini disokong penuh oleh pemulihan operasional fasilitas smelter serta precious metal refinery pada kuartal IV.
Volume produksi emiten sepanjang 2025 mencapai 446.563 metrik ton kering konsentrat, 79.849 ton katoda tembaga, dan 124.723 ons emas murni. Memasuki tahun 2026, manajemen menetapkan panduan target produksi konsentrat hingga 900 ribu metrik ton kering melalui penguatan kapasitas hilirisasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow