Saham PT Hillcon Tbk Memimpin Top Losers Hari Ini dengan Penurunan 33 Persen
Saham PT Hillcon Tbk (HILL) memimpin jajaran saham top losers hari ini, Senin (1/6/2026), setelah mencatatkan penurunan tajam sebesar 33,33 persen secara mingguan. Emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan ini merosot dari harga Rp 120 menjadi Rp 80 per lembar saham pada penutupan perdagangan awal Juni.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), performa saham Indonesia paling anjlok ini memperpanjang tren negatifnya sejak awal tahun. Emiten bersandi saham HILL tersebut tercatat sudah mengalami penurunan akumulatif sepanjang year to date (ytd) tahun 2026 mencapai lebih dari 47 persen.
Koreksi tajam yang dialami HILL terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bergerak berlawanan arah. Pada hari yang sama, IHSG dilaporkan melonjak signifikan sebanyak 277,01 poin atau menguat 3,49 persen ke level 8.212, setelah sempat menyentuh level tertinggi mingguan di posisi 8.334.
Daftar Emiten yang Mengalami Kerugian Besar Pekan Ini
Selain PT Hillcon Tbk, sejumlah emiten lain juga masuk ke dalam daftar saham yang rugi besar pekan ini akibat tekanan jual yang masif. Salah satu yang paling terdampak adalah PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) yang menempati posisi kedua dalam jajaran saham berkinerja terburuk.
Menurut laporan statistik dari laman TradingView Indonesia, saham NATO terkoreksi sebesar 24,44 persen atau mengalami penurunan sebanyak 220 poin. Harga saham NATO merosot dari posisi sebelumnya di Rp 900 menjadi Rp 680 per lembar saham pada akhir sesi perdagangan.
Berikut adalah rincian data emiten yang mencatatkan penurunan terdalam pada periode perdagangan pasar modal per 1 Juni 2026:
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Harga Sebelumnya (Rp) | Harga Terkini (Rp) | Persentase Penurunan |
|---|---|---|---|---|
| HILL | PT Hillcon Tbk | 120 | 80 | -33,33% |
| NATO | PT Surya Permata Andalan Tbk | 900 | 680 | -24,44% |
Faktor Penyebab Harga Saham Mengalami Penurunan Drastis
Bagi para pelaku pasar, pergerakan ini memicu pertanyaan mengenai "kenapa harga saham bisa turun drastis" di saat indeks utama justru membukukan rekor penguatan. Para analis pasar modal menilai aksi ambil untung (profit taking) dan penyesuaian portofolio investor institusi menjadi pemicu utama kejatuhan harga kedua saham tersebut.
Penurunan tajam pada saham HILL dan NATO juga dipengaruhi oleh sentimen domestik terkait kinerja laporan keuangan kuartalan masing-masing emiten. Volume penjualan yang tinggi tanpa diimbangi oleh daya beli yang kuat di pasar sekunder membuat harga saham tertekan ke zona merah selama beberapa hari beruntun.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Meskipun beberapa emiten mengalami koreksi dalam, pergerakan ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah trader untuk menerapkan "cara mencari peluang dari saham yang jatuh" secara teknikal. Strategi pembelian saat harga rendah (buy on weakness) mulai dicermati pada saham-saham yang sudah jenuh jual (oversold).
Otoritas bursa saat ini terus memantau aktivitas perdagangan kedua saham tersebut guna memastikan tidak ada indikasi manipulasi pasar. Manajemen PT Hillcon Tbk maupun PT Surya Permata Andalan Tbk sejauh ini belum memberikan keterbukaan informasi tambahan mengenai volatilitas harga saham perusahaan mereka ke publik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow