IHSG Melemah 2,53 Persen Seret Ratusan Saham ke Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tajam sebesar 2,53 persen ke level 5.692,157 pada perdagangan Jumat (5/6/2026) pukul 11.30 WIB. Penurunan signifikan pada akhir pekan ini menyeret ratusan saham ke zona merah dengan sektor transportasi dan logistik mencatat koreksi paling dalam.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia atau BEI, kejatuhan indeks nasional dipicu oleh performa buruk dari hampir seluruh indeks sektoral. Tercatat sebanyak 588 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 111 saham yang menguat, dan 109 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama ini berlangsung cukup padat dengan total volume transaksi bursa mencapai 25,26 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi bursa secara keseluruhan telah membukukan angka sebesar Rp 21,09 triliun.
Pelemahan IHSG hari ini didorong oleh tekanan jual yang melanda berbagai sektor industri di pasar modal secara masif. Sebagian besar sektor mencatatkan penurunan di atas dua persen pada pertengahan hari perdagangan.
Daftar Sektoral yang Mengalami Pelemahan
IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi motor utama penurunan dengan koreksi terdalam mencapai 4,44 persen. Posisi ini diikuti oleh IDX Sektor Keuangan yang merosot sebesar 4,08 persen dan IDX Sektor Energi yang melemah 3,94 persen.
Sektor-sektor lain yang juga terpuruk di zona merah meliputi:
- IDX Sektor Infrastruktur turun 3,87 persen
- IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 3,27 persen
- IDX Sektor Teknologi turun 2,5 persen
- IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 2,48 persen
- IDX Sektor Perindustrian turun 2,41 persen
- IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 1,05 persen
- IDX Sektor Kesehatan turun 0,89 persen
Sektor yang Bertahan Menguat
Di tengah tekanan jual yang melanda hampir seluruh pasar, hanya ada satu sektor yang berhasil mengakhiri sesi dengan hasil positif. IDX Sektor Barang Baku tercatat bergerak melawan arah arus pasar dengan menguat sebesar 1,01 persen.
Daftar Saham Paling Rugi di BEI
Di kelompok saham-saham likuid atau indeks LQ45, terdapat beberapa emiten yang menempati posisi teratas sebagai pelemah indeks. Penurunan harga saham ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal.
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Persentase Penurunan |
|---|---|---|
| WIFI | PT Solusi Sinergi Digital Tbk | -11,76% |
| PGAS | PT Perusahaan Gas Negara Tbk | -10,17% |
| JPFA | PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk | -7,91% |
Sebaliknya, saham top gainers LQ45 masih mencatatkan penguatan di tengah rontoknya indeks. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 6,16 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 5,62 persen, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,24 persen.
Tren Penurunan Saham Sepekan
Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih luas, performa beberapa emiten memang telah menunjukkan tren pergerakan yang kurang menggembirakan. Berdasarkan data pergerakan harga, top 10 losers saham sepekan berada dalam kisaran penurunan sebesar 17,27 persen hingga 44,78 persen.
Tercatat ada tiga saham yang mengalami kejatuhan nilai lebih dari 30 persen dalam waktu seminggu terakhir. Bahkan, terdapat satu emiten yang nilainya tergerus hingga melampaui angka 44 persen.
Penurunan paling dalam dialami oleh PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang harganya anjlok sebesar 44,78 persen, bertolak dari harga Rp 1.150 menjadi Rp 635 per lembar saham. Koreksi terbanyak kedua ditempati oleh PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) sebesar 37,24 persen, yang membuat harganya meluncur dari Rp 1.195 menjadi Rp 750 per lembar saham.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Hingga sesi perdagangan berikutnya dibuka, para investor di Bursa Efek Indonesia terus mengantisipasi pergerakan sentimen pasar global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi fluktuasi harga saham lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow