San Diego FC Jamu FC Cincinnati di Snapdragon Stadium
San Diego FC bersiap menjamu FC Cincinnati dalam pertandingan lintas konferensi Major League Soccer (MLS) di Snapdragon Stadium pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Kedua tim saat ini sama-sama mengincar poin krusial untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara.
Dilansir dari asatunews.co.id, kedua klub memasuki laga musim reguler ini dengan rekor yang identik, yaitu mengemas empat kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan. Saat ini San Diego FC menempati peringkat kesembilan di Wilayah Barat, sedangkan FC Cincinnati berada di posisi kesembilan klasemen Wilayah Timur.
Tuan rumah baru saja mengakhiri tren negatif sembilan laga tanpa kemenangan setelah menghancurkan Austin FC dengan skor 5-0 melalui dua gol David Vazquez, serta gol dari Anders Dreyer, Pedro Soma, dan Marcus Ingvartsen. Sebaliknya, FC Cincinnati berniat bangkit setelah menelan kekalahan 5-3 dari Inter Miami CF tengah pekan lalu.
Masalah pertahanan membayangi kedua tim sepanjang musim ini karena San Diego FC rata-rata kebobolan 1.54 gol per pertandingan, sementara Cincinnati baru mencatat satu kali nirbobol sejak Februari. Tim tamu juga dipastikan tampil tanpa Andrei Chirila yang harus menepi akibat protokol gegar otak.
Pelatih Kepala FC Cincinnati, Pat Noonan, telah mengevaluasi eksekusi lini serang dan pengambilan keputusan dalam penguasaan bola selama sesi latihan di California sebelum pertandingan dimulai.
"Relationships on the field are improving with the group that we've had out there. I mean, some of the actions I think that we have with the ball going to goal have been strong," kata Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Noonan menjelaskan bahwa koordinasi serangan timnya sudah cukup solid dalam menciptakan peluang di area pertahanan lawan.
"So that side of it's been pretty solid, and chance creation has been pretty good," tutur Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Namun, sang manajer mengkhawatirkan keputusan individu saat transisi menyerang yang cepat karena sering kali membuat lini pertahanan mereka terbuka terhadap serangan balik lawan.
"But I think where it goes in the wrong direction is when we make decisions where we don't make the extra pass," sambung Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Ia melihat beberapa tindakan pemain tampak egois akibat kurangnya pengenalan terhadap skema permainan yang tepat, sehingga ritme pertandingan gagal dikendalikan.
"There are some that are selfish decisions, in my mind, then there's some where it looks selfish, but it's just a lack of recognition of the right play, and that's part of it, too. I think those moments are where it's the difference between us really having a good stretch of attacking or being in control of the tempo of the game and we get those moments wrong, which is too often. Now we're stretched. We're not able to get effective pressure to the ball. We need more solutions to understand how to get behind the ball in those moments, because we can't establish pressure. Then what is compounding those challenging moments is a poor decision or action that leads to the goal, and trying to piece that all together, but that's kind of where I think it's gone south too often," urai Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Dengan sisa waktu dua minggu sebelum kompetisi MLS jeda untuk Piala Dunia FIFA, Cincinnati memanfaatkan waktu persiapan yang singkat untuk mengembalikan momentum terbaik mereka.
"What I said to the guys is, you go through these moments where there are struggles with results…then we went on this long stretch where we weren't losing games. It wasn't perfect, but we were getting better results," ucap Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Skuat Cincinnati bahkan mempercepat jadwal keberangkatan agar bisa langsung menggelar latihan di California pada hari Jumat, alih-alih menyelesaikan sesi terakhir di Ohio.
"We don't have a second to feel sorry for ourselves for what we didn't get right [Wednesday] night," tegas Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Noonan menyatakan bahwa motivasi untuk memperbaiki performa menjadi kunci utama dalam menghadapi kekuatan San Diego FC yang dinilainya tangguh sejak tahun lalu.
"We've done this before. Turn it around and be motivated to improve, simple as that," tambah Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Ia juga menambahkan bahwa statistik pertahanan yang buruk saat ini tidak mencerminkan identitas jangka panjang dari klub asuhannya tersebut.
"Because it'll be another hard game…they're a strong team, and they've been a strong team all the way to last year," sebut Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Pihak manajemen tim berharap perbaikan kecil di lini belakang bisa segera terlihat sebelum turnamen memasuki masa libur pertengahan musim.
"It just has to be (more) consistent in our play, and hopefully we can find it before the break. We don't want to wait," tutur Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Noonan menegaskan ia tidak bisa menerima kemerosotan performa lini pertahanan skuatnya yang tercatat telah kebobolan total 12 gol dalam lima dari enam laga terakhir.
"(Defense) is not the identity of our team right now. That's clear. We're not good defensively, and I think the statistics show that there are reasons where you can understand a drop off, but I can't accept the drop off being at the level that it is, and I don't think the guys can either. So hopefully we can make the right marginal gains to improve," jelas Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Di kubu lawan, peningkatan performa yang ditunjukkan oleh anak asuh Mikey Varas memicu optimisme tinggi menjelang laga perdana sejarah pertemuan kedua tim ini.
"We're still very naive in decisions, mistakes," tukas Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Noonan melihat adanya tren kesalahan berulang akibat faktor kepercayaan diri atau tingkat kenyamanan pemain di posisi tertentu.
"Maybe it's confidence, maybe it's comfort level in certain spots, but like I said, we can't recover from the mistakes we're making. It's not just the last two games, it's a trend," papar Pat Noonan, Pelatih Kepala FC Cincinnati.
Di sisi lain, perbaikan performa lini serang Cincinnati menjadi modal penting setelah Kevin Denkey dan Evander total mengoleksi 15 gol musim ini.
"Everybody feels better when you win," ujar Mikey Varas, Pelatih Kepala San Diego FC.
Varas menekankan bahwa kemenangan telak di laga sebelumnya merupakan hasil dari proses perkembangan tim yang matang secara bertahap.
"But after the last few matches, this is not an overnight thing. This was building little by little, the performances were getting better and better. You could feel the group was building momentum," pungkas Mikey Varas, Pelatih Kepala San Diego FC.
Berdasarkan rilis susunan taktik dari ysscores.com, San Diego FC diprediksi tampil dengan formasi 4-3-3 di bawah kawalan kiper Duran Ferree, sedangkan FC Cincinnati mengandalkan pola 3-5-2 bersama Roman Celentano di bawah mistar gawang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow