Selandia Baru Bersiap Hadapi Skuad Iran pada Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional sepak bola Selandia Baru tetap fokus mempersiapkan strategi menjelang pertandingan perdana Grup G Piala Dunia 2026 melawan Iran di Los Angeles pada Juni mendatang. Persiapan tim berjuluk All Whites tersebut tetap berjalan meski laga pembuka ini dibayangi isu logistik dan ketegangan politik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Selandia Baru kembali ke panggung dunia setelah absen sejak 2010 dengan catatan impresif menyapu bersih lima laga kualifikasi zona Oseania. Skuad asuhan Darren Bazeley ini mengemas 29 gol dan hanya kebobolan satu kali sepanjang kualifikasi, dengan penyerang senior Chris Wood menjadi pencetak gol terbanyak lewat torehan sembilan gol.

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan bahwa timnya tidak terpengaruh oleh isu luar lapangan dan terus menjalankan program latihan sesuai jadwal semula. Bazeley, yang menangani seluruh kelompok umur timnas pria Selandia Baru sejak 2022, mengandalkan formasi fleksibel 4-2-3-1 dan 4-4-2.

"Right now we’re still continuing as though we’re playing Iran," kata Darren Bazeley selaku pelatih Selandia Baru seperti dilansir dari theguardian.com.

Bazeley menjelaskan bahwa status pertandingan belum berubah sejak pengundian grup dilakukan oleh FIFA. Skuadnya akan langsung beradaptasi jika ada keputusan resmi terbaru dari otoritas sepak bola dunia mengenai perubahan situasi pertandingan.

"They’re the team that qualified and we got drawn against them. That’s still the fixture and until we get told otherwise, we’ll continue with that preparation. Obviously, if things change, then we’ll deal with that," ujar Darren Bazeley.

Di kubu lawan, persiapan Iran terganggu konflik domestik yang menghentikan kompetisi sepak bola lokal, serta keputusan pelatih Amir Ghalenoei mencoret penyerang Sardar Azmoun. Meski begitu, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mendapat izin FIFA memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko, setelah permohonan pindah negara tanding ditolak.

Mantan asisten pelatih Foolad FC, Jahanyar Mohebbi, menilai timnas Iran akan tetap mempertahankan karakter permainan fisik dan taktik direct ball yang dominan. Menurutnya, struktur permainan Iran akan menyerupai pola taktik pertahanan rendah yang mengandalkan serangan balik cepat.

"Coach Amir Ghalenoei and his [Iran] staff will not change a lot, there will not be surprises," tutur Jahanyar Mohebbi kepada theguardian.com.

Mohebbi menambahkan bahwa gaya bermain Iran ini membutuhkan ketahanan fisik yang kuat dari barisan pertahanan lawan. Ia menyarankan Selandia Baru mempelajari taktik tim lain yang sukses meredam operan panjang skuad Iran.

"Iran are not an easy nation to play against … Iranian players are absolutely physical, always play direct. New Zealand will face a team that will be set in a low block and will try to get behind you on the counterattack," jelas Jahanyar Mohebbi.

Ia merujuk pada performa Uzbekistan dalam beberapa laga internasional terakhir sewaktu meladeni Iran. Pola penanganan bola mati dinilai menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas serangan tim Timur Tengah tersebut.

"Look at how Uzbekistan play against Iran and deal with the long balls and set pieces," kata Jahanyar Mohebbi.

Mohebbi berpendapat tensi dan intensitas pertandingan nanti akan berjalan serupa dengan laga kualifikasi sebelumnya. Namun, keberadaan sejumlah pemain All Whites di kompetisi Eropa diyakini mampu menghadirkan tekanan intens bagi Iran.

"It will be similar," sebut Jahanyar Mohebbi.

Kombinasi tekanan tinggi dari pemain berpengalaman Eropa dianggap bisa merusak ritme permainan Iran yang sedang tidak konsisten. Tantangan eksternal di luar kendali staf kepelatihan ditengarai memperkeruh dinamika ruang ganti tim nasional Iran.

"New Zealand have players in Europe at a high level and if they can put Iran under pressure, if there is intensity and pressing, the Iranian team can struggle," ungkap Jahanyar Mohebbi.

Mohebbi juga menyoroti masalah internal tim yang berkaitan dengan sanksi disiplin pemain di luar lapangan hijau. Beberapa keputusan non-teknis dianggap merugikan kekuatan kedalaman skuad Iran.

"There are a lot of things going on that are not under the control of the coaching staff," pungkas Jahanyar Mohebbi.

Pencoretan Sardar Azmoun berawal dari sikap vokal sang penyerang di media sosial Instagram yang mengkritik tindakan represif aparat pasca-kematian Mahsa Amini pada 2022. Tindakan tersebut memicu kecaman luas dari otoritas keamanan Iran serta komentator televisi setempat.

"Aturan terburuknya mungkin saya dicoret dari tim nasional. Tidak masalah," tulis Sardar Azmoun seperti dilansir Bola.com.

Azmoun menegaskan komitmen sosialnya untuk membela hak-hak perempuan di negaranya melalui platform digital pribadi. Ia mengaku tidak gentar menghadapi konsekuensi penghapusan namanya dari daftar pemain tim nasional.

"Saya rela mengorbankan itu demi sehelai rambut perempuan Iran. Cerita ini tidak akan saya hapus. Mereka boleh melakukan apa pun yang mereka mau. Malu kepada kalian karena begitu mudah membunuh. Hidup perempuan Iran," lanjut Sardar Azmoun.

Ketegangan meningkat setelah Azmoun mengunggah foto bersama penguasa Dubai yang dinilai berseberangan dengan Korps Garda Revolusi Iran. Rekan setimnya, Mehdi Taremi, turut menyampaikan pandangan serupa mengenai situasi sosial pasca-mencetak gol untuk Olympiakos pada Januari.

"Atu sebenarnya berkaitan dengan kondisi di negara saya," tutur Mehdi Taremi.

Taremi menegaskan adanya jarak ideologis antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah Iran saat ini. Pemain depan tersebut menyatakan seluruh elemen tim nasional sejatinya selalu mendukung perjuangan rakyat.

"Ada masalah antara rakyat dan pemerintah. Rakyat selalu bersama kami, karena itu kami juga bersama mereka," jelas Mehdi Taremi.

Komentator televisi Iran, Mohammed Misaghi, mengkritik keras sikap terbuka para pemain di media sosial saat kondisi politik sedang sensitif. Misaghi menilai tindakan para pemain depan itu tidak mencerminkan kedewasaan berpikir sebagai representasi negara.

"Sangat disayangkan Anda tidak cukup punya akal untuk memahami perilaku seperti apa yang pantas pada situasi tertentu," cetus Mohammed Misaghi.

Misaghi menuntut adanya ketegasan dari federasi untuk memberikan sanksi bagi pemain yang dinilai meremehkan kehormatan seragam tim nasional. Ia menganggap tindakan indisipliner di media sosial sudah melewati batas kepatutan.

"Kita tidak perlu memperhalus kata-kata kepada orang seperti itu. Mereka harus diberi tahu bahwa they tidak pantas mengenakan jersey tim nasional," tambah Mohammed Misaghi.

Azmoun merespons polemik tersebut dengan menyatakan bahwa fokus utamanya setiap kali bertanding adalah memberikan kebahagiaan bagi warga Iran. Penyerang itu menegaskan rasa nasionalismenya tidak luntur oleh keputusan sepihak tim pelatih.

"Saya berjanji kepada diri sendiri bahwa setiap kali bermain untuk Iran, saya akan memberikan segalanya demi membawa kebahagiaan untuk masyarakat yang mencintai sepak bola, terutama anak-anak di kota dan desa terpencil yang merayakan kemenangan kami," tulis Sardar Azmoun di media sosial.

Ia menambahkan bahwa kecintaan terhadap tanah air akan selalu melekat di mana pun ia melanjutkan karier sepak bola profesionalnya. Komitmen personal tersebut diklaim sebagai bentuk dedikasi tertingginya.

"Di mana pun saya bermain sepak bola, identitas saya, hati saya, dan kebanggaan saya tetap Iran," tegas Sardar Azmoun.

Meski Wakil Presiden Iran Abdolkarim Hosseinzadeh sempat mengunggah permintaan di media sosial X pada hari Senin lalu agar Azmoun dipanggil kembali, pelatih Amir Ghalenoei bergeming. Skuad Iran saat ini tetap bertolak ke Turki untuk menjalani latihan tanpa sang penyerang utama.

"Jangan abaikan tindakan Sardar Azmoun dalam menunjukkan ikatan itu, dan jika memungkinkan, bawalah dia kembali ke tim nasional," tulis Abdolkarim Hosseinzadeh.

Kendati dipastikan absen, Azmoun tetap mengunggah pesan penyemangat bagi rekan-rekan setimnya yang tengah bertolak menuju Turki. Ia berharap skuad Iran meraih hasil maksimal pada putaran final Piala Dunia.

"Semoga kalian semua sukses, teman-teman," tulis Sardar Azmoun.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kebersamaan emosionalnya bersama tim tidak akan pudar karena masalah pencoretan ini. Hubungan persahabatan antarpemain diklaim tetap solid di luar keputusan federasi.

"Memang benar saya tidak bersama kalian, tetapi kalian tetap teman-teman saya dan tidak ada alasan bagi saya untuk tidak berharap kalian sukses," ucap Sardar Azmoun.

Selandia Baru dijadwalkan bertanding melawan Iran pada 16 Juni 2026 pukul 08.00 WIB, disusul laga kontra Mesir pada 22 Juni, dan partai penutup Grup G melawan Belgia pada 27 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed