Stella Parton Ungkap Kesediaan Dolly Parton Jalani Terapi Eksperimental
Legenda musik country Dolly Parton bersedia menjalani pengobatan kanker eksperimental di akhir hayatnya demi membantu pengembangan medis bagi orang lain. Fakta tersebut diungkapkan oleh sang adik, Stella Parton, pascameninggalnya musisi senior tersebut pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dolly Parton mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville, setelah berjuang melawan penyakit kanker. Sebelum wafat, ia menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari uji klinis pengobatan demi kemanusiaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Stella melalui sebuah tulisan penghormatan untuk pelantun lagu Jolene tersebut. Ia menegaskan kedermawanan sang kakak yang terus bertahan hingga akhir usianya.
"Kakak saya adalah salah satu orang paling dermawan, penuh perhatian, dan baik hati yang pernah saya kenal. Sosok yang dilihat dunia benar-benar mencerminkan siapa dirinya," tulis Stella Parton.
Stella menambahkan bahwa keputusan menjalani terapi uji coba itu murni didasari keinginan Dolly untuk berkontribusi pada dunia medis di masa depan.
"Bahkan, baru-baru ini dia mengatakan kepada saya bahwa jika sudah tidak ada harapan baginya, dia tetap akan mengizinkan tim medisnya mencoba obat-obatan eksperimental dengan harapan dapat membantu orang lain di masa depan," lanjut dia.
Selain aksi sosial di bidang kesehatan, Dolly Parton semasa hidupnya aktif menjalankan berbagai kegiatan filantropi, termasuk program pembagian buku gratis untuk anak-anak bertajuk Imagination Library. Stella pun mengimbau masyarakat untuk meneruskan warisan kebaikan mendiang kakaknya.
"Kakak saya selalu memikirkan orang lain. Jika kalian ingin menghormati warisannya, tunjukkan lebih banyak kebaikan, dukung orang lain, serta berikan lebih banyak waktu dan sumber daya kalian, seperti yang terus dia lakukan hingga akhir hayatnya," tulis Stella.
Dalam kenangannya, Stella juga membagikan momen kebersamaan mereka saat menikmati kopi dan saling bertukar cerita. Ia mengingat bagaimana Dolly selalu menyikapi keluh kesahnya dengan bijak dan tenang.
"Dolly mencintai dunia dan semua orang di dalamnya. Saya sering mengkritik dan mengeluh tentang dunia, lalu dia akan tertawa dan berkata, 'Astaga, Tedda, kita punya hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan daripada mengkhawatirkan orang-orang bodoh itu.' Dia benar, dan dia membuktikannya setiap hari," tulis Stella.
Kepergian pelantun ternama ini memicu duka mendalam dari kalangan industri hiburan, termasuk dari putri baptisnya Miley Cyrus serta penyanyi Taylor Swift. Stella mengakhiri pesannya dengan menyampaikan apresiasi atas simpati publik.
"Dia membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik hanya dengan kehadirannya di dalamnya, jadi mari kita mengikuti teladannya."
Dukungan luas dari para penggemar diakui sangat membantu pihak keluarga dalam melewati masa duka atas kehilangan sosok ikonik tersebut.
"Saya ingin secara pribadi berterima kasih kepada kalian semua atas curahan cinta dan rasa hormat yang kalian tunjukkan kepada kakak saya," tulis Stella.
Rasa empati dari publik menjadi penguat bagi keluarga besar yang ditinggalkan.
"Cinta dan rasa hormat kalian kepadanya sangat dirasakan oleh kami semua yang terlebih dahulu mencintainya, dan hal itu membantu kami dalam berduka atas kepergiannya dari kehidupan kami."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow