Maudy Ayunda Respons Kritik Video Mindfulness di Tengah Kontroversi
Maudy Ayunda menjadi sorotan di media sosial setelah video mindfulness yang diunggahnya pada 21 Agustus 2026 kembali viral dan memicu perdebatan, dilansir dari Detik iNET. Video tersebut membahas cara menghadapi kelelahan emosional akibat paparan berita buruk yang terus-menerus, dengan menerapkan mindfulness dan membatasi konsumsi berita negatif untuk menjaga kesehatan mental. Banyak netizen menilai pesan Maudy kurang sensitif karena tidak semua orang dapat menjauh dari berita buruk, terutama mereka yang terdampak langsung oleh bencana atau isu sosial seperti kebakaran hutan dan kelangkaan kebutuhan pokok.
Sejumlah komentar mengkritik bahwa kemampuan untuk 'berhenti mengikuti berita' merupakan sebuah privilege yang tidak dimiliki semua orang.
"Maudy Ayunda ngajak orang buat rehat dari berita buruk yang terjadi, padahal di Kalimantan, Papua, Sumatera dan berbagai daerah lain ada yang sesak nafas karena kebakaran hutan," tulis salah satu netizen. Selain itu, kritik juga menyoroti ketidaksesuaian pesan dengan kondisi masyarakat terdampak yang sedang berjuang untuk bertahan hidup dan menghadapi kesulitan sehari-hari.
Maudy, yang memiliki latar belakang pendidikan Philosophy, Politics and Economics dari University of Oxford dan pendidikan pascasarjana di Stanford University, dinilai seharusnya memberikan konteks lebih luas dalam membicarakan isu tersebut. Merespons kritik, Maudy mengakui bahwa "Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," tulis Maudy dalam komentar di video YouTube-nya.
Maudy menegaskan bahwa mindfulness yang dimaksud bukan berarti berhenti peduli, melainkan mencari cara agar tetap peduli tanpa kehilangan kapasitas untuk bertindak dan menjalani kehidupan sehari-hari. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang diterimanya dan mengaku belajar dari respons publik terhadap videonya. Kontroversi ini menunjukkan bagaimana konten kesehatan mental dapat menimbulkan beragam interpretasi ketika bertemu dengan konteks sosial yang kompleks, terutama dalam situasi sulit yang sedang dialami masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow