Stephen Bradley Kritik Penampilan Buruk Shamrock Rovers di Malta

Smallest Font
Largest Font

Manajer Shamrock Rovers Stephen Bradley mengkritik keras performa timnya yang ceroboh serta kartu merah Matt Healy setelah menderita kekalahan pada leg pertama kualifikasi Liga Champions melawan Floriana di Malta.

Klub juara bertahan League of Ireland tersebut kini harus mengejar ketertinggalan dua gol dalam pertandingan leg kedua yang akan digelar di Stadion Tallaght pada pekan depan.

Gelandang Matt Healy diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning hanya dalam waktu sekitar satu menit saat Shamrock Rovers sudah tertinggal satu gol menjelang babak kedua berjalan satu jam.

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh sang manajer terkait keputusan ceroboh yang diambil oleh pemain tengah andalannya tersebut dalam laga krusial ini.

"It’s a really poor one from an experienced player and a top player. He’s booked literally two minutes beforehand and it’s very unlike Matt." kata Bradley.

Evaluasi menyeluruh kemudian diberikan oleh pria berusia 41 tahun itu yang menilai performa kolektif anak asuhnya jauh dari standar permainan terbaik mereka.

"He made two poor decisions very quickly and got sent off, but there was a lot more than that." ujar Bradley.

Kekalahan ini dinilai layak didapatkan oleh tim lawan karena koordinasi permainan Shamrock Rovers yang dianggap sangat tidak rapi sepanjang pertandingan berlangsung.

"I thought we were poor, I thought we were sloppy in every regard." tutur Bradley.

Skuat Irlandia tersebut sebenarnya sempat memegang kendali permainan namun gagal memanfaatkannya dengan baik akibat banyaknya kesalahan mendasar yang dilakukan.

"We had got control but we were sloppy with that control. We know we’ve got to be better than that and we weren’t and we got punished." ucap Bradley.

Posisi tertinggal dua gol diakui menjadi situasi sulit yang tidak diinginkan oleh seluruh elemen tim menjelang laga penentuan di kandang sendiri.

"We know we have to be better. We’re in a place where, obviously, we don’t want to be, in terms of being 2-0 down." kata Bradley.

Faktor cuaca panas di Malta juga langsung dibantah sebagai alasan utama di balik hasil minor yang didapatkan oleh anak asuhnya.

"We weren’t good enough and, to be fair to them, I think they deserved to win, we weren’t good enough." ujar Bradley.

Kondisi lapangan yang berangin dinilai sudah cukup membantu meredam sengatan matahari yang hanya muncul selama beberapa puluh menit awal laga.

"It wasn’t the heat. It wasn’t that bad." tutur Bradley.

Skema serangan balik cepat dari Floriana berhasil menghukum kelengahan lini pertahanan Shamrock Rovers yang tampil kurang disiplin saat menguasai bola.

"It was obviously really hot today, but there was a wind when we were playing. The sun was maybe up for 20 or 25 minutes." ucap Bradley.

Kelengahan dalam mengontrol transisi permainan lawan menjadi penyebab utama kekalahan yang dilaporkan oleh media Irish Mirror ini.

"It’s definitely not the heat element. We had control of the game but we were sloppy with that control." kata Bradley.

Kesalahan elementer tersebut membuat ruang gerak tim tuan rumah menjadi lebih terbuka untuk membangun serangan berbahaya.

"And when you are sloppy in any game, but especially when you have got control and you are playing against a team that like to play in transition, like they do, you are leaving yourself open." ujar Bradley.

Evaluasi ketat wajib dilakukan demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya pada pertandingan penentu pekan depan.

"That’s exactly what happened and we got punished. Definitely no excuses regarding the weather." tutur Bradley.

Potensi kebangkitan tim masih diyakini sangat terbuka lebar berkaca pada rekam jejak performa mereka di kompetisi sebelumnya.

"We know there is. We’ve seen that time and time again." ucap Bradley.

Keharusan untuk tampil menonjol menjadi tuntutan mutlak yang harus dipenuhi oleh para pemain jika ingin melaju ke fase berikutnya.

"But if we want to have a chance of going through we have to produce that." kata Bradley.

Rasa frustrasi menyelimuti ruang ganti akibat kegagalan mendominasi jalannya pertandingan yang sebenarnya sempat berada di bawah kendali mereka.

"But we are just frustrated with it now, because the game was there to be dictated and controlled, like we had, and we didn’t capitalise on it." ujar Bradley.

Kelengahan tersebut justru memberikan momentum bagi tim lawan untuk berkembang dan memberikan tekanan balik.

"If anything we allowed them to breathe and grow because of our sloppiness. Look, it’s definitely half-time and we know we can perform a lot better than that." tutur Bradley.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed