Bukan Lansia, Gen Z Justru Jadi Kelompok Paling Tidak Bahagia Menurut Studi
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya pergeseran signifikan dalam pola kebahagiaan manusia, di mana generasi muda kini menempati urutan sebagai kelompok dengan tingkat kebahagiaan paling rendah.
Melansir YourTango pada Jumat (3/7/2026), studi ini menemukan bahwa fenomena tersebut membalikkan tren bertahun-tahun yang menyatakan bahwa usia muda merupakan fase hidup yang paling membahagiakan bagi seseorang.
Perubahan Pola Kurva U Kebahagiaan
Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan manusia membentuk pola seperti huruf U, yaitu tinggi pada usia muda, menurun di paruh baya, dan naik kembali saat lansia.
Namun, pola tersebut kini dilaporkan mulai menghilang seiring dengan masuknya Generasi Z atau Gen Z ke dalam fase usia dewasa.
Para peneliti menemukan bahwa kelompok masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun mengalami penurunan tingkat kebahagiaan yang sangat drastis selama beberapa tahun terakhir.
Pergeseran penurunan kebahagiaan ini terlihat semakin nyata dan jelas, terutama pada periode rentang tahun 2019 hingga 2024.
| Periode Waktu | Pola Kebahagiaan Lama (Kurva U) | Pola Kebahagiaan Baru |
|---|---|---|
| Sebelum Pergeseran | Tinggi di usia muda, turun di paruh baya, naik di usia lanjut | - |
| Tahun 2019 - 2024 | - | Usia muda paling rendah, meningkat seiring bertambahnya usia |
Kondisi Putus Asa Orang Dewasa Muda
Berdasarkan hasil analisis, tim peneliti bahkan menggambarkan kondisi sebagian orang dewasa muda saat ini sedang berada dalam keadaan putus asa atau state of despair.
Meskipun para peneliti telah berusaha mencari penyebab memburuknya kesehatan mental kelompok muda ini, mereka belum bisa memastikan satu faktor utama yang menjadi pemicunya.
Fenomena penurunan tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental pada kelompok usia muda ini juga dilaporkan sudah mulai terdeteksi bahkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Hubungan Sosial dan Tujuan Hidup Melemah
Dalam laporan mengenai studi tersebut, jurnalis The New York Times Well, Christina Caron, memberikan penjelasan tambahan mengenai indikator yang dirasakan oleh kelompok usia muda tersebut.
Menurut penjelasan Christina Caron, orang muda saat ini tidak hanya sekadar merasa kurang bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.
Mereka juga menilai bahwa hubungan sosial yang dimiliki saat ini tidak lagi sekuat sebelumnya dan merasakan tujuan hidup mereka yang semakin berkurang.Kondisi ini menyebabkan banyak dari mereka merasa tidak benar-benar berkembang atau tidak berada dalam fase yang disebut sebagai flourishing.
Para peneliti memberikan definisi bahwa flourishing merupakan sebuah kondisi ideal ketika seluruh aspek kehidupan seseorang dapat berjalan dengan baik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow