Kemendes PDT Tunjuk Charly Van Houten Jadi Duta Desa Gen Z

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menunjuk musisi Charly Van Houten sebagai Duta Desa Gen Z dalam acara Festival Duta Desa Gen Z di Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Pengangkatan vokalis Setia Band tersebut bertujuan untuk mendorong keterlibatan generasi muda di 75.266 desa dalam menggerakkan perekonomian nasional dari wilayah pedesaan.

Charly menyatakan kesediaannya menerima tugas tersebut karena menganggap desa sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya sekaligus fondasi utama negara.

"Oh, yang pasti saya juga didapuk menjadi Duta Desa dari kementerian. Desa itu adalah ujung tombak sebuah negara," ujar Charly Van Houten, Duta Desa Gen Z.

Ia menekankan pentingnya memberikan dorongan terhadap program-program kepemudaan yang ada di kawasan pedesaan secara berkelanjutan.

"Kita benahi di desa-desa, kita semangati dengan program desa. Kita semangati program-program generasi anak-anak bangsa yang ada di desa. Jadi kita akan support terus," lanjut Charly Van Houten, Duta Desa Gen Z.

Mantan vokalis ST12 itu menilai peran pemuda sangat krusial dalam menghadapi arus perkembangan zaman yang semakin cepat.

"Makanya, Gen Z sekarang ini kan generasi yang memang harus tambah lebih kuat. Karena perkembangan zaman saat ini banyak sekali hal-hal yang bisa melemahkan diri kita gitu ya, sebagai pemuda, sebagai generasi gitu," ujar Charly Van Houten, Duta Desa Gen Z.

Selain Charly, figur publik Mandala Abadi Shoji juga ditunjuk untuk mengemban misi serupa dalam melestarikan kebudayaan lokal.

"Saya sih berharapnya ini bisa menciptakan keindahan dan kemajuan nilai-nilai luhur di desa, gotong royong, guyub dan rukun desa. Ini memang dari dulu kita miliki dan harus lestari," tutur Charly Van Houten, Duta Desa Gen Z.

Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program ini dengan slogan 'Gen Z Tajir Melintir dari Desa' guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

"Orang desa sekarang boleh tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang kota. Contohnya di Desa Kalijaga, anak mudanya bisa berpenghasilan Rp 50 juta per bulan. Ada juga BUMDes yang pendapatannya mencapai Rp 28 miliar per tahun seperti di Tepian Langsat, dan ada yang Rp 17,5 miliar per tahun. Ada pula bekas tambang pasir yang kita sulap jadi desa wisata dan mampu mempekerjakan 100 orang," tutur Yandri Susanto, Menteri Desa dan PDT.

Pemerintah berupaya memfasilitasi komoditas pedesaan agar mampu menembus pasar internasional secara langsung.

"Kita buat desa ekspor dengan 49 negara tujuan ekspor langsung dari desa. Saya sudah melepas banyak komoditas dari desa langsung ke pelabuhan tanpa perantara lagi. Ini peluang besar yang harus ditangkap Gen Z," pungkas Yandri Susanto, Menteri Desa dan PDT.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed