SC Telstar Tundukkan NEC Nijmegen 2-1 Pada Laga Pembuka Eredivisie

Smallest Font
Largest Font

SC Telstar secara mengejutkan berhasil menumbangkan tuan rumah NEC Nijmegen dengan skor 2-1 pada laga pembuka Eredivisie musim 2026/2027 di Stadion De Goffert, Sabtu (8/8/2026). Tim tamu langsung unggul cepat dua gol pada babak pertama sebelum NEC menipiskan jarak di penghujung laga.

Pertandingan baru berjalan 30 detik saat SC Telstar membuka keunggulan melalui gol Patrick Brouwer yang memanfaatkan umpan sundulan Soualhia dari skema lemparan ke dalam jarak jauh. Lini pertahanan NEC yang rapuh kembali dibobol pada menit ke-24 lewat tembakan melengkung Rui Mendes usai menerima umpan Brouwer.

Kinerja pemain baru NEC, Dusan Tadic, menjadi sorotan tajam lantaran kesulitan memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan. Penyerang berusia 37 tahun tersebut gagal mengonversi sejumlah peluang dan tampak frustrasi di lapangan.

Sejumlah pengguna media sosial X melontarkan kritik pedas terhadap keputusan pelatih yang memasang pemain Serbia itu sejak awal laga.

"Tadic di starter menggantikan Linssen, ya, itu berarti kualitas tim turun cukup banyak. Buktinya terlihat di lapangan," tulis seorang penonton.

Kritik senada juga mengalir dari penonton lain yang membandingkan performa Tadic dengan opsi penyerang NEC lainnya di lini depan.

"Tetap ada bedanya, Tadic atau pemain Jepang itu (Koki Ogawa, red.) di posisi striker," tulis penonton tersebut.

Penonton lainnya menanggapi kekecewaan atas keputusan menurunkan Tadic sebagai pemula.

"Ya, Linssen di bangku cadangan, maka beginilah jadinya dengan Tadic," tumpah seorang penonton.

Ekspektasi tinggi publik terhadap debut sang veteran juga menjadi bahan sindiran di dunia maya.

"Mana pertunjukan besar Tadic?" tanya seorang penonton.

Penampilan Tadic turut memicu reaksi dari pendukung Ajax Amsterdam yang mengaitkannya dengan wacana pemulangan sang pemain ke klub lama.

"Semoga orang-orang yang ingin Tadic kembali ke Ajax juga menonton NEC-Telstar," kata seorang suporter Ajax.

Gelombang kritik tajam tidak berhenti di media sosial, melainkan berlanjut di forum suporter resmi klub SV NEC.

"Chery dan Tadic, keduanya sudah tidak bisa mengikuti level permainan lagi," tulis seorang suporter.

Penggemar lain menilai kekalahan ini membongkar kelemahan mendasar skuad Nijmegen.

"Hari ini terlihat sangat jelas dan menyakitkan," kata fan lain.

Kekecewaan pendukung semakin memuncak melihat pergerakan duo veteran di barisan penyerang.

"Tadic dan Chery berjalan gontai di depan. Sungguh pemandangan yang menyedihkan untuk dilihat," tulis suporter ketiga.

Mantan gelandang yang kini menjadi analis ESPN, Karim El Ahmadi, turut memberikan evaluasi atas performa Tadic yang dinilainya terisolasi oleh kawalan ketat pertahanan lawan.

"Saya harus bilang: ini sangat sulit baginya. Dia tidak terlalu masuk ke dalam permainan," kata Karim El Ahmadi, Analis ESPN.

El Ahmadi menjelaskan kendala taktis yang dihadapi penyerang senior tersebut di lapangan.

"Yang menjadi andalannya adalah menerima bola lalu membuat orang-orang di sekelilingnya bergerak. Jika dia berada di kotak penalti, dia harus bisa menahan bola, tetapi begitu banyak pemain Telstar yang langsung menempelnya," ujar Karim El Ahmadi, Analis ESPN.

Pada babak kedua, pelatih Dick Schreuder memasukkan Sven Sierhuis dan Bryan Linssen untuk meningkatkan intensitas serangan. NEC mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 70 persen, namun kesulitan menembus pertahanan solid yang dikawal kiper Ronald Koeman junior.

Upaya NEC baru membuahkan hasil pada menit ke-89 ketika umpan Dusan Tadic berhasil diselesaikan oleh Sven Sierhuis menjadi gol. Meski melancarkan serangan bertubi-tubi di masa tambahan waktu, NEC gagal menyamakan kedudukan hingga wasit meniup peluit panjang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed