FC Thun Tundukkan FC Luzern Pada Laga Pembuka Super League 2026

Smallest Font
Largest Font

Klub FC Thun sukses membalikkan keadaan untuk mengungguli FC Luzern pada laga pembuka Super League 2026 yang berlangsung di thermoplan arena, Luzern, pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 20.30 waktu setempat.

Tuan rumah FC Luzern sempat mengejutkan sang juara bertahan melalui gol cepat Stefan Knezevic saat pertandingan baru berjalan 96 detik. Namun, FC Thun mampu menyamakan kedudukan dan membalikkan skor menjadi unggulan usai tembakan Marco Bürgi membobol gawang lawan setelah melewati pemeriksaan VAR.

Hasil tersebut memperpanjang catatan positif FC Thun yang menyapu bersih kemenangan dalam empat pertemuan liga terakhir melawan FC Luzern, sekaligus memutus tren positif tuan rumah yang hanya menderita satu kekalahan dari sepuluh laga terakhir mereka.

Sebelum pertandingan dimulai, pemain belakang FC Thun, Marco Bürki, membagikan ceritanya mengenai komunikasi dengan mantan rekan setimnya yang kini membela lawan.

"Kami mengawali pertandingan dengan baik dan berhasil menemukan jawabannya. Tidak ada yang lebih indah daripada membantu pemain berkembang. Itulah bisnis sepak bola.

Kami mampu menanganinya sejauh ini. Saya sempat berbicara dengan Leo (Bertone) sebelum laga. Dia menceritakan anekdot lucu bahwa dia harus berhati-hati agar tidak salah memberikan umpan.

Sangat menyenangkan," ujar Marco Bürki, pemain FC Thun.

Di sisi lain, pencetak gol pembuka dari FC Luzern mengakui adanya penurunan performa timnya usai sempat unggul di menit-menit awal.

"Saya tidak tahu pasti bagaimana gol itu terjadi. Saya berada di posisi yang tepat. Itu sebuah keberuntungan bola bisa mendarat di sana.

Kami mengalami sedikit penurunan setelah memimpin. Ini bukan pertandingan yang paling indah untuk ditonton. Kami mencoba untuk terus berkembang," kata Stefan Knezevic, pemain FC Luzern.

Gelandang FC Luzern, Leonardo Bertone, yang baru saja pindah dari FC Thun musim panas ini, menyampaikan perasaannya terkait laga emosional tersebut.

"Sangat spesial. Namun emosi dan persahabatan itu masih ada. Perpisahan itu terasa berat karena klub tersebut telah berada di hati saya selama bertahun-tahun," ungkap Leonardo Bertone, gelandang FC Luzern.

Ia menuturkan alasannya hengkang dari tim juara bertahan untuk memburu tantangan baru di tempat lain.

"Paling lambat ketika gelar juara sudah dipastikan, saya berpikir telah mencapai segalanya secara pribadi dan ingin mengambil tantangan baru," jelas Leonardo Bertone, gelandang FC Luzern.

Pertandingan ini juga menandai debut kiper asal Albania, Simon Simoni, di bawah mistar gawang FC Luzern setelah kepergian Pascal Loretz. Pada laga selanjutnya di kompetisi domestik, FC Thun dijadwalkan membawa momentum positif ini sementara FC Luzern bakal mengevaluasi penyelesaian akhir mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed