Tim Nasional Irak Lolos ke Piala Dunia Setelah Empat Dekade

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional sepak bola Irak berhasil memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga babak penentuan antarkonfederasi di Monterrey, Meksiko. Keberhasilan skuad berjuluk Singa Mesopotamia ini mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun untuk kembali berlaga di turnamen sepak bola terakbar dunia tersebut sejak penampilan terakhir mereka pada tahun 1986. Dilansir dari The Guardian, perjalanan panjang selama 28 bulan yang mencakup 21 pertandingan dan empat putaran kualifikasi harus dilewati Irak di bawah asuhan pelatih asal Australia, Graham Arnold.

Graham Arnold mengambil alih kursi kepelatihan Irak pada Mei 2025 setelah federasi sepak bola Irak memecat Jesús Casas akibat kekalahan dari Palestina di putaran ketiga kualifikasi zona Asia.

Selama menakhodai tim, pelatih berusia 62 tahun tersebut harus menghadapi tantangan berat mulai dari situasi konflik, suhu ekstrem mencapai 50 derajat Celsius, hingga logistik perjalanan skuad yang rumit. Irak mengamankan posisi ke-48 sekaligus tiket terakhir ke putaran final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di 16 kota di Amerika Utara, termasuk Boston.

Menurut laporan Sports Yahoo, timnas Irak kini sedang menjalani pemusatan latihan di The Greenbrier yang berlokasi di White Sulphur Springs, West Virginia, Amerika Serikat. Sembilan pemain di dalam skuad Irak lahir di Eropa, seperti Swedia, Jerman, Denmark, Norwegia, dan Inggris, sehingga komunikasi tim sempat menjadi kendala utama karena perbedaan bahasa.

Untuk mengatasi masalah komunikasi di lapangan, pelatih Graham Arnold menempatkan para pemain yang fasih berbahasa Inggris di sisi kiri lapangan dan pemain berbahasa Arab di sisi kanan. Posisi bek tengah dan gelandang tengah kemudian diisi oleh para pemain yang menguasai kedua bahasa tersebut guna menjembatani instruksi taktis selama pertandingan berlangsung. Irak akan diperkuat oleh sejumlah pemain pilar seperti gelandang Amir Al Ammari, pemain sayap Ali Jasim, pencetak gol Aymen Hussein, serta kapten Jalal Hassan yang pulih dari cedera.

“We’re capable of doing something that will shock the world” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak.

Arnold menambahkan bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk membimbing para pemain dan membangun kepercayaan diri tim yang sempat tertekan oleh ekspektasi besar masyarakat Irak. “It’s been an experience,” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak. Mantan pelatih tim nasional Australia tersebut juga menegaskan bahwa fokus utama skuad saat ini adalah membuktikan kemampuan mereka di panggung dunia.

“Now it’s time to show the world what we’ve got.” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak.

Keputusan Arnold untuk menerima kontrak dari federasi sepak bola Irak diambil setelah dirinya sempat beristirahat selama beberapa bulan dari dunia sepak bola pasca-mundur dari kursi kepelatihan Australia. “At first the family wasn’t that supportive and friends were worried because of the perception of Iraq,” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak.

Faktor kualitas pemain menjadi alasan utama yang memotivasi dirinya untuk menerima tantangan melatih Irak demi membawa kebahagiaan bagi 46 juta rakyat negara tersebut. “They’re completely obsessed with football; I was shocked at how much passion there was,” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak.

Guna menjaga fokus para pemain dari tekanan luar dan komentar negatif, Arnold menerapkan aturan disiplin yang ketat termasuk membatasi penggunaan media sosial di dalam tim. “A lot of that went on to the players. One of the first things I saw was that when the boys came into camp they were nearly having panic attacks because it was so much pressure. But I’m big on psychology, big on the brain, big on building the belief, not just of the players as individuals but as a group.

There’s a lot of negativity around Iraq. They feel like, with the wars, they never get any luck in life, they don’t get appreciated, that type of stuff. I saw 26 players obsessed with their telephones so I banned social media.

If they do that, I’m not going to select them. They’ve realised social media is full of lies and negativity.” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak. Ketegasan mengenai kedisiplinan waktu juga langsung diterapkan sejak hari pertama latihan demi membentuk mentalitas pemenang agar tim mampu lolos kualifikasi.

“The first day I wanted to do a presentation and four players turned up late. I said: ‘If you’re not prepared to be on time, you have no chance of qualifying’.” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak.

Arnold bahkan memilih tinggal di Baghdad selama delapan bulan untuk memahami kebudayaan, kehidupan sehari-hari, serta menyesuaikan jadwal latihan dengan iklim setempat dan waktu ibadah para pemain. “About 80% speak [Arabic] and that even affects on-field performance. When I started, I played the best players to their positions and strengths but then I realised some couldn’t speak the language so there was no communication; what I’ve done lately is pretty much English-speaking players on the left side of the field and Arabic on the right. And a centre-back and central midfielder who speak both so we can get the communication across, all on the same page.” kata Graham Arnold, Pelatih Kepala Irak. Berdasarkan jadwal turnamen, Stadion Boston di Foxboro akan menggelar tujuh pertandingan dari tanggal 13 Juni hingga 9 Juli 2026, termasuk satu laga babak perempat final.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed