WeTV dan Rapi Films Rilis Serial Adaptasi Tante Sonya
Layanan streaming WeTV bersama rumah produksi Rapi Films menggelar pemutaran perdana serial drama Tante Sonya di Jakarta pada Kamis (27/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Adaptasi modern dari film klasik tahun 1990-an tersebut dijadwalkan mulai tayang secara eksklusif di platform WeTV pada 4 September 2026.
Serial sepanjang 10 episode ini menceritakan dinamika hubungan antara Sonya (Raihaanun), seorang wanita karier berusia 42 tahun, dengan mantan kenalannya, Ben (Maxime Bouttier), yang berusia 28 tahun. Konflik berkembang saat Ben menjadi bawahan Sonya di kantor Dermawan Group, yang menghadirkan persinggungan antara perbedaan usia, politik kantor, dan relasi kuasa. Drama ini juga melibatkan karakter mantan kekasih Ben bernama Lidya yang diperankan oleh Sarah Felicia, serta penampilan dari Hamish Daud dan Dinda Kirana.
Pemeran utama serial ini menyampaikan bahwa karakter yang dimainkannya merepresentasikan perjuangan hidup kaum perempuan.
"Pesan terkuatnya adalah keberanian perempuan untuk membuat pilihan hidup secara mandiri, terlepas dari segala penilaian orang lain," kata Raihaanun.
Aktor Maxime Bouttier menambahkan bahwa tantangan utamanya terletak pada kedalaman peran yang dibawakannya. Ia mengaku harus menampilkan sosok Ben yang mampu memposisikan diri secara profesional sebagai staf sekaligus pria yang menyukai atasannya, meski hubungan interpersonal antarpemain sudah terjalin erat sebelum proses produksi.
"Pesan terkuatnya adalah keberanian perempuan untuk membuat pilihan hidup secara mandiri, terlepas dari segala penilaian orang lain," kata Raihaanun dalam keterangan persnya, Kamis (27/8/2026).
Sementara itu, pihak produser memastikan penyesuaian cerita dilakukan agar tetap relevan dengan dinamika penonton masa kini.
"Chemistry mereka berdua terbangun secara natural karena mereka emang aslinya temenan baik," kata Maxime Bouttier.
Pihak rumah produksi berkomitmen mempertahankan substansi cerita awal dalam format yang sesuai dengan tren tayangan digital modern.
"Kami tetap menjaga esensi cerita aslinya, tapi dikemas agar tetap sinkron dengan kultur penonton digital zaman sekarang yang ingin tontonan intens dan berisi," kata Sunil Samtani dari Rapi Films.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow