Xiaomi Rilis TV S Mini LED 2026 di Indonesia
Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan lini televisi pintar terbaru Xiaomi TV S Mini LED 2026 di Jakarta pada Kamis (6/8/2026). Perangkat ini hadir untuk memenuhi tingginya tingkat konsumsi televisi masyarakat Indonesia yang mencapai 70 persen populasi.
Seri teranyar ini mengusung panel Quantum Dot Mini LED beresolusi 4K dengan dukungan HDR10+ dan kecerahan puncak 1.200 nits. Perangkat dilengkapi 880 local dimming zone serta refresh rate 144 Hz yang dapat ditingkatkan hingga 288 Hz.
Televisi ini tersedia dalam lima pilihan ukuran layar mulai dari 55 inci hingga 98 inci. Lini produk dipasarkan dengan harga Rp8.999.000 untuk varian 55 inci hingga Rp39.999.000 untuk varian 98 inci, disertai garansi panel tiga tahun.
Perubahan preferensi konsumen dalam memilih televisi menjadi salah satu alasan utama Xiaomi membawa produk ini ke pasar Indonesia. Konsumen kini semakin mengutamakan akurasi warna dan detail gambar dibanding sekadar ukuran layar.
"Orang-orang sudah melek, mulai dari rasio harus yang tinggi, kemudian juga resolusinya harus tinggi, warnanya lebih tajam, warna dan juga detailnya harus kontras. Nah, itulah mengapa hari ini kita ingin memperkenalkan kembali produk ini," kata Product Marketing Manager Xiaomi Indonesia, Andriani Pratama Putri.
Andriani menjelaskan bahwa teknologi local dimming zone pada panel televisi ini berperan penting dalam menghasilkan tingkat kedalaman warna hitam yang lebih presisi pada adegan gelap.
"Dengan demikian, televisi dapat menghasilkan kontras yang lebih tajam dan detail yang lebih baik," ujar Andriani Pratama Putri.
Ia juga menegaskan bahwa tingkat konsumsi media masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan televisi tetap memegang peranan krusial di ruang keluarga.
"Hal ini menunjukkan bahwa televisi masih memiliki peran yang sangat relevan dalam kehidupan kita sehari-hari," kata Andriani Pratama Putri.
Penggabungan teknologi pemrosesan gambar dan fitur permainan responsif menjadi fokus utama pengembangan lini produk televisi pintar terbaru ini.
"Melalui televisi ini, kami ingin menggabungkan performa yang responsif dengan pengalaman smart entertainment yang lengkap," ujar Andriani Pratama Putri.
Inovasi fitur hiburan ini dihadirkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai konten digital modern.
"Xiaomi ingin menghadirkan dari teknologi yang bertujuan mempermudah kehidupan penggunanya," kata Andriani Pratama Putri.
Dukungan data Badan Pusat Statistik BPS tahun 2025 mencatat sekitar 70 persen penduduk berusia lima tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi tayangan televisi setiap hari.
"Jadi kita kemarin juga melihat data wawasan dari BPS tahun 2025, sebanyak 70% orang berumur 5 tahun ke atas bahkan mengonsumsi TV setiap hari, atau 6-7 hari dalam seminggu," kata Head of PR Xiaomi Indonesia, Abee Hakiim.
Abee menerangkan bahwa pemanfaatan televisi oleh konsumen saat ini telah berkembang luas melampaui fungsi hiburan konvensional.
"Bahkan tidak cuma mengonsumsi hiburan, kadang-kadang sekarang sudah masuk ke ranah estetika atau instalasi seni. Makanya kami tampilkan di sini bahwa kebutuhan untuk TV itu semakin beragam dan semakin banyak," ujar Abee Hakiim.
Strategi ekosistem saling terhubung Human x Car x Home memungkinkan pengguna memindahkan tayangan dari gawai genggam ke layar TV secara mulus.
"Kami tidak melihat satu perangkat itu bisa menggantikan yang lain. Semuanya bisa terkoneksi dan saling melengkapi perjalanan pengalaman pengguna," kata Abee Hakiim.
Fleksibilitas tersebut memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin melanjutkan menonton siaran bersama anggota keluarga di ruang tengah.
"Contohnya, seseorang tadinya menonton di smartphone-nya saat di kamar, lalu ingin layar yang lebih besar pindah ke tablet. Dengan akun yang sama, tayangan bisa dipindahkan. Kemudian, kalau ingin menonton bersama keluarga, tinggal pindah ke ruang keluarga menggunakan TV," ujar Abee Hakiim.
Penyesuaian variasi ukuran layar televisi pintar dilakukan untuk menjangkau berbagai segmen pasar masyarakat yang kian beragam.
"Secara proporsi penduduk Indonesia, kalangan menengah ke bawah memang daya belinya masih cocok dengan ukuran TV 32 inci. Namun, kami di Xiaomi melihat makin banyak variasi ukuran TV yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Abee Hakiim.
Kinerja penjualan lini televisi pintar Xiaomi mencatatkan kontribusi positif terhadap portofolio bisnis perusahaan di Indonesia.
"Lini Xiaomi TV ini sangat menarik dan sangat berkontribusi baik. Xiaomi TV menarik di masyarakat Indonesia, karena kadang-kadang kami melihat bahwa di beberapa platform ada yang performanya bagus dan sebagainya," ujar Abee Hakiim.
Tren penggunaan televisi pintar bersambung internet atau Connected TV juga menguat di wilayah regional. Riset lembaga Magnite menunjukkan 89 persen masyarakat Australia memanfaatkan Connected TV untuk menyaksikan konten siaran langsung.
"Penonton siaran langsung di Australia merupakan pemirsa terhubung dan lintas saluran yang menonton di layar terbesar di rumah sambil tetap berinteraksi melalui pencarian, media sosial, pesan, audio, hingga belanja," kata Managing Director Magnite ANZ, Yael Milbank.
Selandia Baru juga mencatatkan pola serupa dengan 80 persen penonton menggunakan perangkat televisi pintar untuk siaran langsung. Peralihan perilaku ini mengubah strategi pemasaran merek secara digital.
"Siaran langsung tidak lagi dapat diperlakukan hanya sebagai pembelian acara tunggal atau peluang khusus olahraga," ujar Commercial Lead Magnite New Zealand, Nick Henderson.
Pengiklan diimbau memanfaatkan momentum tayangan langsung di televisi pintar untuk membangun keterikatan merek yang lebih luas.
"Bagi pengiklan, peluangnya adalah merencanakan melampaui acara utama, menggunakan siaran langsung sebagai lingkungan pembentuk merek yang premium, serta memperluas kampanye ke konten sebelum, saat, dan sesudah acara untuk menjangkau audiens yang sangat terlibat saat mereka paling responsif," kata Nick Henderson.
Xiaomi TV S Mini LED 2026 mulai dipasarkan secara nasional melalui toko resmi Xiaomi Indonesia, Blibli, Erafone, dan TikTok Shop.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow