Yum Brands Jual Pizza Hut dan CEO Global Mengundurkan Diri

Smallest Font
Largest Font

Yum Brands resmi menyelesaikan penjualan seluruh bisnis restoran Pizza Hut kepada perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital melalui dua transaksi senilai 2,7 miliar dollar AS atau setara Rp 47,8 triliun pada Selasa, 1 September 2026. Momentum pelepasan unit bisnis ini diiringi pengunduran diri Aaron Powell dari jabatannya sebagai CEO Global Pizza Hut.

Pengunduran diri Aaron Powell terungkap melalui dokumen regulator yang disampaikan Yum Brands pada Selasa. Powell yang memimpin Pizza Hut sejak 2021 sebelumnya telah mengisyaratkan rencana kepergiannya melalui jejaring sosial LinkedIn pada Agustus 2026, meski LongRange Capital sempat menawarkan posisi agar ia tetap bertahan.

Penjualan ini mencakup dua skema transaksi utama, yakni pengambilalihan jaringan Pizza Hut di Amerika Serikat dan sejumlah pasar internasional selain China daratan oleh LongRange Capital senilai 1,5 miliar dollar AS, serta transaksi terpisah untuk bisnis Pizza Hut di wilayah China. Langkah pelepasan aset yang dirancang sejak Juni 2026 ini diambil Yum Brands guna memfokuskan sumber daya pada lini bisnis utamanya, yaitu KFC dan Taco Bell.

Tekanan kinerja Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat, pergeseran persaingan di industri restoran cepat saji dan layanan pesan-antar, hingga maraknya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 yang menekan nafsu makan konsumen.

Sementara itu di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) selaku pemegang hak waralaba Pizza Hut memastikan transaksi global tersebut tidak memengaruhi struktur kepemilikan perseroan. Penegasan ini disampaikan menyusul sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas lonjakan volume perdagangan saham PZZA sebesar 5,41 juta saham pada 31 Agustus 2026.

"Sejauh pengetahuan perseroan, perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka," kata Andromeda Hermawan Tristanto, Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA).

Manajemen PT Sarimelati Kencana Tbk menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang dapat memengaruhi pencatatan saham di BEI, setidaknya dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. Perdagangan saham PZZA pada Rabu, 2 September 2026, ditutup melemah 3,63 persen ke level 186 dengan nilai transaksi mencapai Rp 191,33 miliar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed