Ahli Seismologi Pastikan Rentetan Gempa Global Tidak Saling Berkaitan

Smallest Font
Largest Font

Rentetan gempa bumi bermagnitudo besar yang mengguncang California, Venezuela, dan Jepang dalam kurun waktu 24 jam dipastikan oleh para ahli seismologi terjadi secara independen akibat pergerakan lempeng tektonik biasa dan bukan merupakan satu peristiwa seismik global yang saling berkaitan.

Survei Geologi AS (USGS) melaporkan getaran gempa di berbagai wilayah tersebut terjadi dalam rentang waktu delapan jam pada hari Rabu, termasuk gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 di Venezuela yang menewaskan sedikitnya 164 orang serta gempa magnitudo 6,9 di pantai utara Jepang.

Meskipun kemiripan waktu kejadian memicu spekulasi daring dari publik, pakar gempa menegaskan bahwa fenomena ini hanyalah kebetulan statistik karena bumi secara rata-rata memang mengalami sekitar 16 kali gempa bermagnitudo 7,0 atau lebih setiap tahunnya.

Mengenai situasi darurat ini, Presiden Donald Trump menyatakan melalui sebuah unggahan di media sosial bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan dalam penanganan pandemi yang sedang berlangsung.

Kondisi seismik global tersebut kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh pihak berwenang AS yang memantau aktivitas lempeng bumi di batas tektonik aktif.

"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini kemungkinan meluas." tulis USGS dalam pernyataan siaga merah yang jarang terjadi.

Pihak USGS juga menerangkan bahwa kemunculan gempa signifikan di beberapa lokasi berpenduduk pada hari yang sama merupakan peristiwa yang tidak biasa namun tetap bersifat terpisah.

"Gempa bumi terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi jauh dari permukiman manusia," kata William Barnhart, asisten koordinator program bahaya gempa bumi Survei Geologi AS.

Barnhart menambahkan bahwa kemarin merupakan hari yang sangat aneh karena terjadi beberapa gempa bumi yang cukup signifikan di daerah-aerah yang dirasakan oleh penduduk.

"Kemarin adalah hari yang sangat aneh di mana terjadi beberapa gempa bumi yang cukup signifikan di daerah-daerah yang dirasakan oleh penduduk." kata Barnhart.

Efek berantai dari gempa berjarak ribuan mil dinyatakan sangat jarang terjadi oleh para akademisi, meskipun kedekatan jarak pada gempa awal bermagnitudo 7,1 di Venezuela kemungkinan memicu gempa susulan magnitudo 7,5.

"Sebuah patahan mungkin sudah siap bergeser, dan kemudian jika terjadi gempa bumi di dekatnya, hal itu menyebabkan patahan tersebut melewati batasnya," kata Martin Hudson, profesor adjung teknik sipil dan lingkungan di UCLA.

Hudson menekankan bahwa aktivitas seismik kuat di atas magnitudo 7 merupakan fenomena tahunan yang normal terjadi di seluruh dunia.

"Setiap tahunnya, terdapat puluhan gempa bumi dengan magnitudo lebih besar dari 7 di seluruh dunia," kata Hudson.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed