Aksi Boikot Peluza Nord Warnai Laga FCSB Melawan Farul Constanta

Smallest Font
Largest Font

Aksi pengosongan tribun mewarnai pertandingan pekan ketiga Superliga 2026/2027 antara tuan rumah FCSB melawan Farul Constanta di Stadion Arcul de Triumf pada Senin, 3 Agustus 2026. Protes tersebut dipicu oleh tersingkirnya FCSB dari kualifikasi Conference League setelah kalah agregat 3-7 dari klub asal Latvia, FK Auda.

Kelompok suporter garis keras FCSB, Peluza Nord, memilih absen dan hanya membentangkan spanduk bertuliskan nada sindiran di sektor tribun yang biasa mereka tempati. Hanya sekitar 100 penonton tanpa atribut organisasi yang mengisi area tersebut. Sebaliknya, tim tamu Farul Constanta mendapat dukungan langsung dari sekitar 100 pendukung yang menyalakan torca di awal babak pertama.

Keputusan boikot tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui pernyataan resmi kelompok suporter sebelum laga berlangsung.

"Kadang-kadang, dukungan paling kuat adalah kehadiran, di lain waktu pesan paling kuat adalah ketidakhadiran. Karena itu, pada pertandingan besok, Peluza Nord tidak akan hadir di tribun," bunyi pernyataan resmi Peluza Nord.

Pihak suporter menegaskan bahwa aksi tawa tawa ini merupakan bentuk peringatan keras kepada manajemen club agar segera membenahi performa tim.

"Ini adalah keputusan yang diambil dengan penyesalan, tetapi juga dengan keyakinan bahwa, terkadang, keheningan menyampaikan lebih banyak hal daripada nyanyian apa pun. Ini bukan tindakan menentang warna yang kami cintai dan bukan pula pelepasan dukungan untuk klub kami," tulis Peluza Nord.

Dalam rilis tersebut, mereka juga meminta pendukung lain untuk tidak menduduki area Peluza Nord demi menjaga kejelasan pesan boikot.

"Ini adalah sinyal bahaya yang ditujukan kepada semua pihak yang memiliki tanggung jawab untuk membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya. Kami merekomendasikan kepada semua orang yang memilih untuk bersama kami dan memahami pesan kami untuk tidak menduduki tempat di Peluza Nord pada pertandingan ini," lanjut pernyataan tersebut.

Para suporter menyarankan penonton yang tetap ingin hadir agar memilih tribun lain supaya posisi protes tetap terlihat tegas.

"Jika mereka ingin hadir di stadion dan menonton pertandingan, kami minta mereka memilih sektor lain, sehingga posisi Peluza Nord dapat tersampaikan secara jelas dan tanpa keraguan," tulis kelompok tersebut.

Peluza Nord menegaskan komitmen mereka untuk tetap menuntut standar tinggi dari pihak klub demi menjaga sejarah dan nilai organisasi.

"Kami akan terus berada di samping klub kami, tetapi kami juga akan terus menuntut rasa hormat terhadap sejarah, nilai-nilai, dan standar yang diwajibkan oleh nama ini. Bagi kami, kesetiaan tidak pernah berarti menerima mediositas," tegas Peluza Nord.

Pada laga ini, Farul Constanta menurunkan 22 pemain yang dipimpin kiper Rafael Munteanu dan Alexandru Buzbuchi, serta diperkuat pemain lapangan seperti Ionuț Larie, Dan Sîrbu, Sofyane Bouzamoucha, Victor Dican, Ștefan Duțu, Gustavo Marins, Valentin Țicu, Joao Vitor, Tony Njike, Luca Banu, Matteo Ahlinvi, Nicolas Popescu, Eduard Radaslavescu, Eddy Sylvestre, Alexandru Goncear, Răzvan Marincean, Ionuț Cojocaru, Iustin Doicaru, dan Răzvan Tănasă.

Jalannya pertandingan dipimpin oleh asisten wasit Romică Bîrdeș dan Cosmin Vătămanu, dengan Dan Buzărnescu sebagai wasit cadangan. Pertandingan ini juga diawasi langsung oleh Sebastian Colțescu mewakili FRF-CCA dan Viorel Anghelinei dari pihak LPF.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed