Alphadjo Cisse Bawa AC Milan Menang dan Curi Perhatian Serie A
Pemain sayap berusia 19 tahun Alphadjo Cisse tampil memukau saat membawa AC Milan menang 2-1 atas Torino pada laga pembuka Serie A musim 2026-2027 di Stadio Grande Torino. Gol tersebut menjadi torehan pertamanya di kasta tertinggi liga Italia.
Pelatih Ruben Amorim memilih mempertahankan Cisse di skuad utama meski ada tawaran pinjaman setelah sang pemain tampil impresif bersama Catanzaro musim lalu. Kepercayaan tersebut dibayar tuntas lewat gol pembuka sang pemain muda dalam laga debutnya.
Performa apik Cisse sekaligus menjadi solusi lini depan Rossoneri di tengah proses pemulihan cedera Christian Pulisic usai Piala Dunia 2026. Selain itu, Rafael Leao juga dilaporkan akan segera meninggalkan klub menuju Galatasaray pada penutupan bursa transfer musim panas.
Keberhasilan sang pemain menghadirkan haru bagi keluarganya yang menyaksikan dari jauh. Ibunda Cisse, Habibatou, membagikan momen emosional keluarga saat menyaksikan penampilan putranya melalui sambungan telepon.
"Itu adalah emosi yang sangat besar, jantung saya berdebar kencang. Suami saya hanya menonton babak pertama di TV bersama teman-temannya, lalu dia tidak sanggup lagi. Kami tidak melihat gol itu secara langsung, kami terlalu gugup," kata Habibatou, Ibu Cisse.
Habibatou mengungkapkan bahwa putranya langsung menghubungi keluarga melalui panggilan video setelah pertandingan berakhir. Cisse merayakan momen bahagia tersebut bersama ayah dan saudara-saudaranya.
"Dia tersenyum dan tertawa sepanjang waktu. Ayahnya juga ada di telepon, dan saudara-saudaranya bergabung melalui konferensi video," kata Habibatou, Ibu Cisse.
Ia juga menceritakan impian masa kecil sang anak yang kini mulai terwujud di lapangan hijau.
"Dia selalu menyukai sepak bola. Pada usia dua tahun, dia akan berlari di sekitar rumah membawa bola dan memecahkan jendela. Pogba adalah idolanya, tetapi dia mendukung AC Milan dan memimpikan Serie A.
Ya, sejak kecil dia mengatakan ingin berkembang. Dia berhasil," kata Habibatou, Ibu Cisse.
Habibatou berjanji akan menyaksikan langsung aksi putranya di stadion pada laga-laga berikutnya.
"Kami tidak tahu kapan dia akan pulang ke rumah, tetapi saya berjanji akan pergi dan mengikutinya ke stadion selama tahun ini. Saya melakukannya di Catanzaro, Milan pasti lebih dekat," kata Habibatou, Ibu Cisse.
Sebelum berseragam Rossoneri, Cisse mengungkapkan bahwa dirinya sempat hampir pindah ke Liga Belanda pada bursa transfer Januari lalu sebelum tawaran dari Milan datang.
"Pada kenyataannya hubungan saya dengan pelatih sangat positif, dia percaya pada saya dan semua pemain muda lainnya, jadi bagi saya sangat mudah untuk mengekspresikan diri sebaik mungkin," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Ia menjelaskan alasannya memilih bertahan di San Siro meski sempat berencana dipinjamkan ke klub lain.
"Di bulan Januari hampir semuanya selesai dengan PSV, lalu Milan masuk dan saya segera mengubah pikiran saya. Sangat mudah untuk memilih klub ini," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Kepercayaan dari tim pelatih membuatnya makin mantap melangkah bersama raksasa Italia tersebut.
"Ada kemungkinan untuk bermain dengan status pinjaman, tetapi pelatih selalu memberi saya kesempatan untuk mengekspresikan diri di lapangan dan saya berhasil mengambilnya," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Pemain muda ini merasa bangga bisa mengenakan kostum Rossoneri musim ini.
"Bertahan di sini adalah emosi yang luar biasa, Milan adalah salah satu klub terbesar di dunia," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Cisse juga mengklarifikasi penulisan namanya yang sering keliru di media massa.
"Nama belakang saya? Itu diucapkan dan ditulis Cisse, tanpa aksen," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Mengenai nomor punggung yang dikenakannya, ia memberikan alasan yang cukup sederhana.
"Saya memilih 70 karena 80 sudah ada yang punya," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Ia tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok penting yang membimbingnya saat membela klub terdahulu.
"Direktur Ciro sangat mendasar bagi saya di Catanzaro, dia orang yang hebat dan pria yang luar biasa," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Dukungan tersebut menjadi modal berharga baginya untuk menembus skuad utama Milan.
"Apa yang dia berikan kepada saya adalah dukungan ekstra yang besar bagi saya," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Mantan pemain Milan, Massimo Ambrosini, sempat membandingkan gaya bermainnya dengan legenda Brasil, Robinho. Cisse menanggapi santai perbandingan tersebut.
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda, saya belum pernah melihatnya banyak bermain, tetapi jika dia berkata begitu ya tidak apa-apa," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Ia menegaskan tidak takut bersaing dengan para pemain senior di dalam tim.
"Saat ini tidak, nol rasa takut, saya pikir persaingan baik untuk semua orang," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Sikap saling menghormati antar pemain tetap menjadi prioritas utamanya di dalam skuad.
"Jika Chris harus bermain di posisi saya, akan ada rasa hormat. Ambisinya adalah belajar sebanyak mungkin dari semua orang," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Cisse mengakui kondisinya belum mencapai tingkat optimal usai pulih dari cedera panjang.
"Saya belum berada di performa terbaik saya, saya baru kembali dari cedera panjang dan pertandingan Torino baru merupakan pertandingan keempat saya," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Ia terus bekerja keras agar bisa kembali ke tingkat kebugaran terbaiknya.
"Saya masih punya banyak waktu untuk menemukan kondisi terbaik saya, tetapi saya bekerja dan saya merasa baik," kata Alphadjo Cisse, Pemain AC Milan.
Penampilan Cisse mendapat pujian dari Massimo Ambrosini yang menilai gerakan dan kontrol bolanya mirip dengan mantan penyerang Milan.
"Melihat gol Cisse membuat saya teringat pada Robinho. Saya adalah seseorang yang juga sangat memperhatikan postur tubuh. Saya terobsesi dengan kerja kaki, sementara dia bermain dengan kaki sedikit terbuka, bahkan dari cara dia menyentuh bola dan berlari," kata Massimo Ambrosini, Mantan Pemain AC Milan.
Ambrosini menyebutkan informasi dari rekannya mengenai potensi besar yang dimiliki Cisse sejak membela klub divisi bawah.
"Robinho secara teknis sangat kuat. Dari cara dia bergerak, dari bagaimana dia menyentuh bola… Cisse bermain untuk Catanzaro tahun lalu. Pelatihnya adalah teman saya Alberto Aquilani, yang memberi tahu saya bahwa dia sangat kuat. Robinho memiliki kapasitas aerobik yang luar biasa dan sedikit yang perlu diirikan dari orang-orang di atasnya," kata Massimo Ambrosini, Mantan Pemain AC Milan.
Selain AC Milan, AS Roma juga mencatatkan hasil gemilang di laga perdana usai membantai Fiorentina 4-0. Penyerang Roma, Donyell Malen, mencetak rekor baru dengan mengemas 17 gol dari 19 laga Serie A, melampaui rekor Gabriel Batistuta sejak era tiga poin per kemenangan dimulai pada musim 1994/1995. Sementara itu, Fiorentina tetap menggelar perayaan ulang tahun ke-100 di Florence yang dihadiri para legenda klub seperti Roberto Baggio dan Gabriel Batistuta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow