AMD Tantang Kehadiran Superchip Nvidia RTX Spark di Komputex 2026
Persaingan pasar komputer berbasis kecerdasan buatan (AI) memanas setelah AMD secara terbuka menantang peluncuran superchip RTX Spark milik Nvidia dalam ajang Computex 2026 di Taiwan.
Dilansir dari Techspot pada Senin (8/6/2026), Nvidia meluncurkan superchip RTX Spark yang menggabungkan CPU berarsitektur Arm, GPU Blackwell, dan memori terpadu hingga 128GB untuk memproses beban kerja AI secara lokal.
Langkah tersebut langsung direspons oleh Senior Vice President and General Manager Client Business AMD, Rahul Tikoo, yang menyatakan bahwa pihak perusahaan tidak merasa gentar dengan ekspansi Nvidia.
"Saya sangat senang Nvidia bergabung dalam permainan ini. Anda tahu, kami adalah satu-satunya pemain di arena ini selama hampir dua tahun, dan memori lokal berkapasitas besar kini menjadi sangat krusial dalam beban kerja agen AI," sindir Tikoo.
Tikoo menambahkan bahwa spesifikasi memori terpadu 128GB dan CPU 20-core yang ditawarkan oleh Nvidia RTX Spark sebenarnya sudah dicapai oleh prosesor andalan AMD saat ini, yaitu Strix Halo.
"Saya sebenarnya penasaran dengan apa yang dilakukan Nvidia. Tapi ketika melihat spesifikasi mereka, tertulis 128GB memori lokal dengan CPU 20-core. Kami sudah melakukannya di Strix Halo, di mana kami memiliki CPU 16-core/32-thread," papar Tikoo.
AMD bahkan bersiap meluncurkan cip generasi berikutnya bernama Gorgon Halo pada kuartal ketiga tahun ini dengan dukungan memori terpadu mencapai 192GB.
Meskipun Nvidia mengunci banyak pengembang lewat ekosistem CUDA, Chief Software Officer AMD, Andrej Zdravkovic, optimistis platform ROCm milik AMD kini jauh lebih ramah terhadap pengembang.
"Pada titik ini... Anda salah besar jika tidak membeli laptop berbasis Strix Halo," tegas Zdravkovic.
Di sisi lain, ekosistem perangkat Nvidia RTX Spark mulai diadopsi oleh produsen perangkat keras melalui pengumuman resmi Asus yang memperkenalkan lini laptop kreator terbaru mereka.
Asus merilis ProArt P16 dan ProArt P14 sebagai laptop pertama mereka yang ditenagai oleh superchip Nvidia RTX Spark untuk mendukung kinerja AI Agent secara mandiri tanpa ketergantungan pada jaringan cloud.
"ProArt P16 dan ProArt P14 menjadi laptop kreator Asus pertama yang ditenagai NVIDIA RTX Spark, menghadirkan alur kerja kreatif berbasis AI generasi berikutnya," tulis ASUS dalam keterangan resminya pada Selasa (2/6).
Superchip pada laptop Asus ini dibekali GPU Nvidia Blackwell RTX dengan 6.144 CUDA Core serta diklaim mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop.
Kedua laptop Asus ProArt tersebut dijadwalkan akan mulai tersedia di sejumlah wilayah pada musim gugur 2026 bersamaan dengan jajaran perangkat AI lainnya seperti Zenbook 14 dan asisten AI Zenni Claw.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow