Ander Herrera Kembali ke Real Zaragoza Tanpa Menerima Gaji

Smallest Font
Largest Font

Ander Herrera memilih kembali ke Real Zaragoza, klub masa kecilnya, pada 27 Agustus 2026 tanpa menerima gaji, untuk membantu klub yang sedang berjuang di kasta ketiga sepak bola Spanyol, dilansir dari Bola.

Herrera meninggalkan Boca Juniors dan bergabung dengan Zaragoza secara gratis, serta menyumbangkan gajinya kepada yayasan klub. Langkah ini diambil karena kedekatannya dengan klub yang membesarkan namanya.

Gelandang berusia 37 tahun itu menganggap kepulangannya sebagai penutupan siklus karier sepak bolanya dengan penuh gairah.

"Ini mungkin mimpi terakhir yang ingin saya wujudkan," ujar Herrera kepada BBC Sport.

"Kembali ke rumah, ke tempat saya tumbuh, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi pemain profesional. Bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai manusia," tambahnya.

Herrera menegaskan bahwa bermain di Zaragoza merupakan cara terbaik untuk mengakhiri kariernya.

Selama 15 tahun meninggalkan Zaragoza, ia memperkuat klub-klub besar seperti Athletic Bilbao, Manchester United, Paris Saint-Germain, hingga Boca Juniors, serta meraih berbagai gelar termasuk Liga Europa dan Piala FA.

Kepulangan Herrera terjadi saat Zaragoza mengalami masa sulit, terdegradasi ke divisi ketiga setelah 13 musim di Segunda Division tanpa kenaikan ke kasta tertinggi.

"Sangat menyedihkan bagi kami semua yang merupakan Zaragozistas," kata Herrera mengenai kondisi klub.

"Real Zaragoza seharusnya berada di Eropa. Mereka seharusnya bersaing memperebutkan trofi dan menghadapi klub-klub terbesar di Spanyol maupun Eropa," ujarnya.

Herrera bertekad memberikan pengalaman dan gairah untuk membawa Zaragoza kembali ke posisi yang layak mereka tempati.

Ia juga mengajak semua elemen klub berhenti meratapi masa lalu dan fokus membangun masa depan.

"Kami terlalu banyak membicarakan apa yang telah kami lakukan dengan salah. Itu terus memenuhi pikiran kami dengan hal-hal negatif," ucap Herrera.

"Berhentilah menangisi apa yang sudah terjadi. Mari membangun masa depan. Datanglah ke latihan setiap hari dengan senyuman," tambahnya.

Herrera menolak kontrak dan memilih bermain tanpa bayaran sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kepada klub dan kota kelahirannya.

"Saya tidak membutuhkan kontrak. Saya memiliki karier yang sangat sukses dan sudah mengelola keuangan saya dengan baik," kata Herrera.

"Saya bisa memberikan hadiah ini kepada diri saya sendiri. Mengenakan jersey itu, secara gratis karena saya ingin membantu klub, tim, dan kota saya," lanjutnya.

Herrera mengaku bangga bisa membantu Zaragoza tanpa memikirkan uang.

Sejak kecil, Herrera merupakan penggemar fanatik Zaragoza, berbeda dengan banyak pemain muda yang mengidolakan klub besar Spanyol lain.

Ayahnya, Pedro Herrera, juga merupakan mantan pemain dan general manager Zaragoza, memperkuat kedekatan keluarga ini dengan klub.

Herrera mengingat momen bersejarah Zaragoza menjuarai Piala Winners 1995, ketika mereka mengalahkan Arsenal di Parc des Princes, stadion yang kemudian menjadi kandang Paris Saint-Germain, klub yang pernah dibelanya.

"Anda sekarang bisa melihat perbedaan antara Arsenal dan Real Zaragoza. Tetapi dahulu kami mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut," ujar Herrera.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed