Menteri ESDM Bantah Kelangkaan BBM Subsidi di SPBU Makassar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar, dilansir dari Detik Finance pada Senin.
Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional saat ini masih aman karena berada di atas batas standar minimum, yakni bertahan hingga sekitar 20 hari ke depan.
Antrean panjang kendaraan tersebut dipicu oleh peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat tingginya selisih harga antarkedua jenis bahan bakar tersebut.
"Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subisidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar. Ini karena Unhas kan, harus kita masuk juga ini bagian Makassar," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pemerintah telah melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan guna memastikan penyebab utama kemacetan antrean di fasilitas pengisian bahan bakar tersebut.
"Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?" kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Praktik penyalahgunaan BBM subsidi turut memperparah antrean akibat adanya indikasi modifikasi tangki kendaraan berkapasitas besar yang mengisi BBM dalam jumlah tidak wajar, sehingga Kementerian ESDM meminta penindakan dari Kepolisian.
"Dan ternyata Bapak, Ibu semua, saya minta tolong kerja sama sama Kepolisian, itu adalah ada sebagian shifting, tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki gede, besar, sampai 700 liter 1 ton, isi minyak di situ," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Tindakan spekulatif tersebut dinilai menyulitkan upaya penataan distribusi BBM subsidi secara merata kepada masyarakat yang berhak.
"Dalam hati saya ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi, Bos," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Selain modifikasi tangki, muncul pula indikasi rekayasa antrean oleh pemudik atau pengendara yang sengaja mengisi BBM padahal tangki kendaraannya belum kosong.
"Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow