Bahaya Pasang Jendela Kompor Menurut Arsitek dan Aturan NKBA
Memasang ventilasi atau jendela di dekat kompor kerap dianggap ideal untuk membuang uap, panas, dan bau masakan. Namun, posisi jendela yang berada tepat di depan kompor justru dapat mendatangkan bahaya kebakaran. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, menjelaskan bahwa menempatkan jendela aktif yang dapat dibuka-tutup tepat di depan kompor berisiko tinggi.
Hembusan angin dari jendela dapat mendorong bara atau panas api ke area sekitarnya. "Jangan langsung berhadapan dengan kompor. (Depan kompor) langsung dinding," kata Teguh seperti dikutip dari Detikcom.
Jika hembusan angin mendorong bara api hingga menyambar perabotan berbahan mudah terbakar seperti kayu atau plastik, kebakaran dapur bisa terjadi. Oleh karena itu, area langsung di depan kompor idealnya berupa dinding masif.
Larangan serupa juga diatur oleh National Kitchen and Bath Association (NKBA) melalui Kitchen Planning Guideline. Pedoman keselamatan tersebut memuat sejumlah poin penting terkait tata letak area memasak: a. Jangan letakkan permukaan memasak di bawah jendela yang dapat dibuka.
b. Tirai jendela di atas permukaan memasak tidak boleh menggunakan bahan yang mudah terbakar. c. Alat pemadam api harus diletakkan di dekat pintu keluar dapur, jauh dari peralatan memasak.
Teguh menambahkan, pemilik rumah tetap bisa menggunakan jendela dengan memperhatikan jarak aman. Jarak minimal posisi lubang angin atau jendela yang aman adalah 60 cm di atas kompor agar angin tidak meniup api secara langsung. Selain jendela konvensional, penggunaan penyedot asap atau cooker hood menjadi alternatif modern untuk dapur apartemen atau ruangan kecil. Kendati efektif menghisap asap tanpa merusak struktur dinding, perangkat ini memerlukan biaya pembelian dan konsumsi daya listrik yang cukup besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow