Bakorwil III Malang Selaraskan Kurikulum Pelatihan Kerja dengan Industri
Badan Koordinasi Wilayah III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Penyelarasan Kurikulum Pelatihan dan Kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja pada Selasa, 19 Mei 2026.
Langkah strategis ini diambil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur di Kantor Bakorwil Malang untuk memperkuat pendidikan vokasi di tengah perubahan karakter pasar kerja akibat percepatan teknologi dan ketidakpastian geopolitik global.
Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur pada Februari 2026 turun menjadi 3,55 persen dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang. Namun, indeks penambahan tenaga kerja sektor manufaktur pada Maret 2026 berada di bawah 50 persen, yakni 48,76 persen.
Kondisi ini memicu fenomena baru di mana perusahaan tetap meningkatkan kapasitas produksi melalui digitalisasi dan otomatisasi tanpa melakukan ekspansi tenaga kerja permanen secara besar-besaran. Selain itu, lulusan universitas justru menjadi kelompok pengangguran tertinggi mencapai 6,04 persen.
Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan industri.
"Pembangunan SDM vokasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong antara Pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri untuk menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja," ujar Asep Kusdinar, Kepala Bakorwil Malang.
Asep Kusdinar menambahkan bahwa kegiatan koordinasi di wilayah kerjanya ini diharapkan mampu melahirkan langkah konkret agar kebijakan pendidikan dan industri saling terhubung.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir langkah-langkah konkret dan solusi kolaboratif yang dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dan siap kerja," kata Asep Kusdinar, Kepala Bakorwil Malang.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM Budi Raharjo menjelaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini terletak pada perubahan kebutuhan keahlian dan peningkatan tuntutan produktivitas.
"Pasar kerja Indonesia tidak sedang stagnan tetapi sedang berubah. Persoalannya bukan hanya soal kurangnya lapangan kerja, tetapi perubahan karakter pekerjaan, perubahan kebutuhan skill, dan meningkatnya tuntutan produktivitas di tengah percepatan teknologi dan tekanan global," ucap Budi Raharjo, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM.
Budi Raharjo menilai adaptasi luar biasa dari pasar kerja tahun ini memerlukan sinergi menyeluruh tanpa mengabaikan kewenangan tiap instansi.
"Pasar kerja tahun ini mengalami adaptasi yang luar biasa karena kondisi geopolitik dunia. Kata kuncinya adalah orchestrasi atau kolaborasi seluruh pihak tanpa mengesampingkan kewenangan masing-masing pihak," tutur Budi Raharjo, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM.
Penyelarasan dari aspek hulu hingga hilir dinilai mendesak agar program pelatihan dan magang yang melibatkan Kadin serta Aprindo dapat berjalan sesuai kebutuhan industri.
"Selama ini program kerja dan magang sudah banyak, tinggal bagaimana menyelaraskan kebutuhan industri dengan skill pencari kerja. Pendidikan jangan hanya mengajarkan knowledge, tetapi juga skill dan bagaimana mendukung kebutuhan pencari kerja," kata Budi Raharjo, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow