Bambang Pamungkas Bantah Persija Anggap The Jakmania Sebagai Customer

Smallest Font
Largest Font

Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, buka suara soal kenaikan harga tiket laga uji coba kontra Brisbane Roar yang digelar di Jakarta International Stadium pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia membantah narasi yang menyebut The Jakmania hanya dianggap sebagai customer oleh manajemen Persija dan menegaskan bahwa kelompok suporter tersebut dihargai sebagai bagian dari sejarah dan perjuangan tim.

"Saya mewakili manajemen, menyampaikan bahwa yang beredar selama ini The Jakmania adalah customer itu tentu tidak demikian. Kami tentu menganggap The Jakmania sebagai suporter yang sama-sama sejak awal secara historis memiliki ikatan batin yang kuat untuk bertarung atau berjuang atas nama Kota Jakarta," ujar Bambang Pamungkas di kantor Persija.

Respons terkait kenaikan harga tiket ini muncul setelah The Jakmania menyatakan kekecewaan dan mengumumkan boikot terhadap pertandingan uji coba tersebut, serta mengultimatum Persija untuk menyesuaikan harga tiket seperti musim lalu.

Bambang juga membantah klaim bahwa harga tiket untuk The Jakmania naik hingga 70 persen dibandingkan musim sebelumnya. Pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jakmania mendapatkan harga khusus, yakni Rp150 ribu untuk tribune bawah dan Rp130 ribu untuk tribune atas.

Sementara itu, harga tiket umum yang diumumkan Persija berkisar mulai dari Rp250 ribu untuk kategori terendah hingga Rp1,6 juta untuk VIP Family 4.

"Jadi kalau ada yang beranggapan tiket termurahnya ada di angka yang di sampaikan di pengumuman resmi, tidak demikian. Jadi ada alokasi khusus bagi pendukung kami, The Jakmania," tambah Bambang.

Alasan kenaikan harga tiket menurut Bambang adalah biaya penyelenggaraan pertandingan di Jakarta yang sangat besar, bahkan bisa mencapai biaya untuk beberapa kali pertandingan di kota lain.

"Perlu kita pahami bersama, untuk menjalankan pertandingan di Jakarta itu cost cukup besar, sangat besar bahkan. Kalau boleh dianalogikan, cost itu mungkin bisa untuk melaksanakan pertandingan-pertandingan home di kota lain, mungkin 4 atau 5 kali," ujar legenda Persija itu.

Bambang juga menjelaskan kontribusi finansial dari penonton, termasuk The Jakmania, hanya sekitar 10 sampai 15 persen dari total pengeluaran pertandingan.

"Jadi itu mengapa ketika The Jakmania hadir atau menjadi penonton terbanyak di setiap musim, tapi secara finansial hanya bisa sampai angka 10 sampai 15 persen dari total pengeluaran. Kontribusinya yang coba kita maksimalkan dan sekali lagi semoga bisa diterima oleh semua kalangan," lanjutnya.

Bambang mengungkapkan sudah berkomunikasi dengan Ketua PP The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, mengenai isu ini dan berharap suporter tetap memberikan dukungan pada pertandingan.

"Tentu kami sangat menghomati apa pun keputusan The Jakmania. Mungkin pada satu titik saat ini, terjadi sedikit perbedaan, tapi saya meyakini adanya ikatan emosional, ikatan batin yang begitu kuat, saya meyakini suatu saat nanti ada titik temu yang membuat kami akhirnya bisa bersama lagi dan semoga itu tidak dalam waktu yang lama," tutup Bambang.

Informasi ini dilansir dari Bola.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed