FC Barcelona Femeni Raih Gelar Keempat Liga Champions di Oslo

Smallest Font
Largest Font

FC Barcelona Femeni sukses merayakan raihan gelar keempat UEFA Women's Champions League setelah menundukkan OL Lyonnes di Stadion Ullevaal, Oslo, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Kemenangan dalam laga final di kota kelahiran penyerang Caroline Graham Hansen tersebut sekaligus mengunci raihan gelar kuadruplet bagi klub asal Spanyol itu pada musim ini.

Pertandingan berjalan sengit sejak babak pertama di mana gol pemain Lyon, Heaps, dianulir karena offside, sementara penyerang Barcelona Ewa Pajor sempat melewatkan dua peluang emas.

Klub berjuluk Blaugrana tersebut kemudian memecah kebuntuan pada babak kedua lewat gol pembuka dari Pajor yang disusul oleh dua gol tambahan menjelang akhir pertandingan.

Keberhasilan meraih trofi tertinggi Eropa di kampung halamannya sendiri menjadi momen yang sangat emosional bagi penyerang Barcelona, Caroline Graham Hansen.

"Conozco cada rincón del camino desde el hotel hasta el estadio, lo conozco a la perfección. Pasé por mi escuela, por mi casa, por mis restaurantes favoritos. La rueda de prensa fue en una cancha de fútbol sala donde jugábamos cada invierno. Así que pensé: esta es mi casa, crecí aquí, y aquí empezó mi trayectoria. He jugado mucho al fútbol aquí durante toda mi vida" kata Graham Hansen dilansir dari laporan Mundo Deportivo.

Pemain tim nasional Noruega itu menyatakan bahwa perhatian besar dari publik kota asalnya tidak menjadi beban, melainkan motivasi tambahan untuk tampil maksimal bersama tim.

"Fue una buena presión. Las finales siempre son especiales, quieres ganar, quieres rendir al máximo y estoy muy orgullosa del equipo hoy porque nunca es fácil jugar finales y nos mantuvimos unidas incluso cuando el Lyon tuvo 'ventaja' en la primera mitad. En la segunda mitad salimos diferentes, tuvimos más ocasiones y marcamos. Se notaba cómo crecía la confianza en el equipo, aunque hoy tuvimos que defender más. Creo que tuvimos mucho carácter y al final lo conseguimos" ujar Graham Hansen.

Di samping kerja keras para pemain di lapangan, ia juga mengapresiasi kontribusi jangka panjang yang telah dilakukan oleh akademi muda Barcelona.

"Han sido años duros, no vamos a mentir. Ha faltado dinero por todos lados, pero hemos mantenido un nivel top por un buen trabajo de años de La Masia" kata Graham Hansen.

Pemain bernomor punggung sepuluh tersebut juga berkelakar mengenai banyaknya jumlah keluarga serta kerabat yang ia undang langsung ke stadion untuk menyaksikan laga final.

"Creo que consiguió como 56 tiquets" kata Graham Hansen sembari tertawa.

Saat ditanya mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh pendukung yang datang untuk menyaksikannya bertanding, ia langsung memberikan ajakan terbuka.

"Que vamos a celebrar y que todos son bienvenidos" kata Graham Hansen.

Bagi penyerang sayap tersebut, memenangkan trofi Champions di hadapan publik sendiri merupakan puncak dari perjalanan karier sepak bolanya.

"Ha sido una temporada larga, es como un sueño, es demasiado bueno para ser verdad, así que estoy disfrutando del momento" kata Graham Hansen.

Suasana kegembiraan tim asuhan Pere Romeu pascapertandingan dipimpin oleh Kika Nazareth dan Patri Guijarro, sementara kapten Alexia Putellas menjadi sosok yang paling dielu-elukan oleh para suporter di tribun.

Berdasarkan laporan RTVE, Putellas yang kini berusia 32 tahun dan telah mencatatkan 14 musim bersama tim utama wanita Barcelona, menjadi pemain terakhir yang meninggalkan lapangan setelah berpose sendiri bersama trofi juara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed