Bayern Muenchen Hadapi VfB Stuttgart di Final Piala Jerman

Smallest Font
Largest Font

FC Bayern Muenchen dijadwalkan bertanding melawan VfB Stuttgart dalam partai final Piala Jerman di Stadion Olympiastadion, Berlin, pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini menjadi momentum bagi FC Bayern untuk memburu gelar ganda domestik setelah sebelumnya berhasil mengamankan trofi juara Liga Jerman musim ini.

Berdasarkan catatan DFB Pokal yang dilansir Antara, trofi Piala Jerman dapat menjadi obat pelipur lara bagi skuad asuhan FC Bayern setelah didepak oleh Paris Saint-Germain di babak semifinal Liga Champions. Jika berhasil memenangi laga ini, klub berjuluk Die Roten tersebut akan menorehkan rekor baru dengan mengoleksi total 21 gelar sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Di sisi lain, VfB Stuttgart datang ke Berlin dengan motivasi tinggi untuk mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan. Klub berjuluk Die Schwaben tersebut berhasil mengangkat trofi pada musim lalu setelah menumbangkan Arminia Bielefeld melalui pertandingan sengit dengan skor akhir 4-2.

Kemenangan di partai puncak ini akan membuat Stuttgart mengoleksi lima gelar Piala Jerman, menyamai kesuksesan yang pernah mereka raih pada edisi tahun 1954, 1958, 1997, dan 2025. Sepanjang sejarah kompetisi, kedua tim tercatat pernah bertemu dua kali di babak final, yaitu pada musim 1986 dan 2013, yang seluruhnya dimenangi oleh FC Bayern Muenchen.

Namun, atmosfer menjelang pertandingan final ini sempat diwarnai ketegangan antarpetinggi klub akibat kepindahan Direktur Pemasaran Rouven Kasper dari Stuttgart ke FC Bayern pada Januari 2026. Kasper menyepakati pemutusan kontrak lebih awal yang sejatinya baru berakhir pada 2028, sehingga kepindahannya ke Allianz Arena tidak memakan biaya transfer sama sekali.

"Hal itu sangat menyentuh saya secara pribadi. Saya juga tidak akan melupakan hal itu kepada Bayern. Tapi kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti," kata Ketua Dewan Direksi VfB, Alexander Wehrle kepada Bild.

Wehrle mengaku sempat merasa kesal karena harus merangkap tugas yang ditinggalkan Kasper selama tujuh bulan tanpa menerima kompensasi tambahan sedikit pun dari proses transfer gratis tersebut.

"Suatu saat nanti, kami akan membalas hal ini kepada Bayern," tambah Alexander Wehrle sembari tersenyum.

Keputusan melepas Kasper tanpa biaya kompensasi sebenarnya didasari oleh apresiasi manajemen Stuttgart terhadap performa sang direktur yang pernah menjabat sebagai President Asia untuk FC Bayern pada periode 2016 hingga 2021.

"Kami telah memenuhi keinginan Rouven Kaspers untuk menerima tantangan karier baru ini, karena selama berkarier di VfB, ia telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi klub kami dan berperan penting dalam kebangkitan kami. Tanpa jasanya, VfB sebagai perusahaan, platform bisnis, dan merek tidak akan memiliki posisi sekuat sekarang ini," kata Dietmar Allgaier, Ketua Dewan Pengawas dan Presiden VfB Stuttgart.

Menanggapi pernyataan dari mantan rekan kerjanya tersebut, Kasper yang berusia 44 tahun menilai ucapan Wehrle tersebut hanyalah gurauan antar teman dekat dan menegaskan hubungannya dengan Stuttgart tetap berjalan harmonis.

"Alex bukan hanya orang yang hebat, tetapi juga sudah cukup dewasa. Dia pasti bisa mengatasinya dengan mudah. Secara persahabatan, tentu saja menyakitkan jika kita tidak lagi duduk berdekatan di kantor. Namun, pandangan kita tertuju ke depan. Alex memahami keputusanku, aku tidak menyesali langkah ini, and aku sudah beradaptasi dengan baik di München," kata Rouven Kasper dilansir dari Goal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed