Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree dan Jalur Akselerasi
Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Master Double Degree dan jalur akselerasi Sarjana Lanjut Magister (PSLM) 2026 melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) mulai April hingga 31 Mei 2026. Program ini ditujukan bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, serta alumni lembaga pendidikan keagamaan untuk menempuh studi di perguruan tinggi ternama di Indonesia, Inggris, dan Australia.
Skema Master Double Degree memungkinkan penerima beasiswa menempuh pendidikan magister selama dua tahun di dua negara berbeda. Berdasarkan siaran pers Kemenag yang dilansir mozaik.inilah.com pada Jumat (15/5/2026), program ini melibatkan kerja sama antara Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Alauddin Makassar dengan The University of Edinburgh serta SOAS University of London.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan jaringan akademik internasional.
"Tahun ini, Kementerian Agama kembali membuka beasiswa program Master Double Degree di UIII dengan Edinbrugh atau SOAS University serta UIN Yogyakarta dan UIN Makassar dengan SOAS University," ujar Ruchman Basori, Kepala Puspenma Kemenag.
Penerima beasiswa dijadwalkan menjalani masa studi satu tahun di Indonesia dan satu tahun di luar negeri. Ruchman menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan.
"Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," ungkap Ruchman Basori, Kepala Puspenma Kemenag.
Selain kerja sama dengan Inggris, Kemenag juga bermitra dengan Australia Awards Indonesia dan LPDP untuk program S2 Double Degree di University of Canberra. Dilansir dari babelinsight.id, pendaftaran jalur ini telah dibuka lebih awal pada 25 Januari hingga 15 Februari 2026 dengan lokasi studi tahun pertama di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyebutkan bahwa inisiatif ini merupakan perpanjangan dari program BIB yang didukung sistem pendanaan bersama.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, memberikan rincian mengenai target audiens dari program magister ganda tersebut.
"Program Master Double Degree ini dikhusukan bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Pegawai Kementerian Agama serta Alumni Pendidikan Keagamaan," kata Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Kemenag juga meluncurkan jalur akselerasi PSLM khusus bagi lulusan pesantren yang memungkinkan penyelesaian studi S1 dan S2 dalam waktu 48 bulan. Menurut laporan mediakompeten.co.id, peserta akan menempuh studi di UIN Sunan Ampel Surabaya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab.
Ruchman Basori menegaskan bahwa jalur afirmasi ini dirancang agar santri memiliki akses pendidikan tinggi yang kompetitif.
"program ini adalah bentuk afirmasi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi agar lulusan pesantren mampu bersaing secara kompetitif di level global." ujar Ruchman Basori, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.
Persyaratan khusus diberlakukan bagi pendaftar jalur pesantren, termasuk kepemilikan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan batasan usia maksimal 20 tahun.
"Lulusan pondok pesantren yang telah terdaftar dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP)." kata Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Pendaftar harus merupakan lulusan tiga tahun terakhir yang terdata dalam sistem EMIS Kemenag serta memiliki kemampuan bahasa Arab yang mumpuni.
"Lulusan Pendidikan Diniyah Formal." ujar Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan pesantren, termasuk Satuan Pendidikan Muadalah dan Program Kesetaraan.
"Lulusan Satuan Pendidikan Muadalah." kata Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Kriteria lainnya meliputi alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang mengikuti program kesetaraan resmi pemerintah.
"Lulusan Program Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)." ujar Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Terakhir, Siti Maria Ulfa menambahkan bahwa lulusan sekolah menengah umum yang berbasis pesantren juga mendapatkan kesempatan yang sama.
"Lulusan MA, SMA, atau SMK yang berbasis pesantren." kata Siti Maria Ulfa, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan.
| Komponen | Persyaratan |
|---|---|
| Status Kewarganegaraan | Warga Negara Indonesia (WNI) |
| Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) | Minimal 3,00 (skala 4,00) |
| Kemampuan Bahasa Inggris | IELTS min. 6.0 / TOEFL ITP min. 500-520 |
| Batas Usia | Maksimal 30-40 tahun (tergantung skema) |
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Pendaftaran BIB-LPDP Terintegrasi atau situs resmi beasiswa Kemenag.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow