Belgia Ditahan Imbang Iran Tanpa Gol di Piala Dunia 2026
Tim nasional Belgia ditahan imbang tanpa gol oleh Iran pada pertandingan kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin, 22 Juni 2026 WIB.
Hasil ini menjadi hasil seri kedua bagi kedua tim, yang membuat Belgia berada di bawah tekanan besar menjelang laga penentu melawan Selandia Baru.
Belgia mendominasi permainan sejak awal laga dengan menguasai lapangan tengah melalui formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan Romelu Lukaku sebagai starter di lini depan.
Pelatih Rudi Garcia melakukan perubahan susunan pemain dengan memasukkan Leandro Trossard untuk menggantikan Jeremy Doku yang absen karena sakit, serta menduetkan Nicolas Raskin dan Youri Tielemans di sektor tengah.
Iran yang menerapkan strategi pertahanan grendel rapat di bawah asuhan pelatih Amir Ghalenoei sukses meredam agresivitas Kevin De Bruyne dan kawan-kawan sepanjang babak pertama.
Timnas Belgia bermain lebih tenang setelah turun minum, namun petaka menimpa mereka pada menit ke-67 ketika bek tengah Nathan Ngoy diganjar kartu merah langsung oleh wasit Dario Herrera akibat melakukan pelanggaran.
Bermain dengan 10 pemain membuat daya dobrak Setan Merah menurun, meskipun mereka tetap mendominasi penguasaan bola hingga peluit panjang dibunyikan tanpa ada gol yang tercipta.
Media Belgia Het Nieuwsblad memberikan kritik tajam atas performa tim nasional mereka yang dinilai tampil mengecewakan dalam pertandingan ini.
"Sebuah film B yang buruk di Hollywood," tulis Het Nieuwsblad.
Media tersebut juga menyoroti bagaimana permainan timnas Belgia yang salah memperhitungkan kekuatan ketangguhan lini pertahanan skuad Iran.
"De Rode Duivels kembali hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Iran di Los Angeles. Skenario mengerikan pun terjadi: Lukaku dan De Bruyne kehilangan ritme, Doku absen, dan Ngoy mendapat kartu merah." tulis Het Nieuwsblad.
Kritik dari Het Nieuwsblad juga diarahkan kepada bek sayap Thomas Meunier yang dinilai kerap kalah dalam duel di lini belakang.
"Belgia harus lolos pada Sabtu ini dalam pertandingan hidup-mati melawan Selandia Baru. Siapa yang menyangka? Seseorang bisa saja salah perhitungan saat menghadapi Iran. Bukankah begitu, Donald?" tulis Het Nieuwsblad.
Selain Het Nieuwsblad, media Sporza juga ikut menyoroti kegagalan Setan Merah dalam mengamankan poin penuh yang membuat mereka kehilangan kendali atas nasib di fase grup.
"Para Red Devils harus berhati-hati agar tidak menapaki 'Boulevard of Broken Dreams' di Los Angeles ini. Pertandingan ini tampak like laga di mana segalanya bisa berantakan. Iran terutama menunggu situasi bola mati dan serangan balik," tulis Het Nieuwsblad.
Di balik hasil imbang tersebut, penjaga gawang Thibaut Courtois menorehkan pencapaian pribadi yang gemilang bersama tim nasional Belgia.
Dilansir dari Kompas.com, Courtois melakukan tiga penyelamatan penting dan berhasil menyamai rekor legenda Enzo Scifo dengan total 17 penampilan di Piala Dunia.
Mantan kiper Chelsea tersebut kini juga mengoleksi 8 clean sheet dari 17 penampilannya, menyamai catatan para kiper legendaris dunia.
Berdasarkan data FIFA, berikut adalah daftar pemilik clean sheet terbanyak dalam sejarah Piala Dunia:
| Nama Kiper | Clean Sheet / Penampilan |
|---|---|
| Fabien Barthez | 10/17 |
| Peter Shilton | 10/17 |
| Jan Jongbloed | 8/12 |
| Leao | 8/14 |
| Thibaut Courtois | 8/17 |
| Sepp Maier | 8/18 |
| Taffarel | 8/18 |
| Hugo Lloris | 8/20 |
Belgia selanjutnya dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada pertandingan terakhir grup yang akan berlangsung tanggal 27 Juni 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow