Bintang Musik Dunia Meriahkan Final Piala Dunia 2026 di New Jersey

Smallest Font
Largest Font

Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026, sempat tertunda selama enam menit akibat rangkaian pertunjukan hiburan dan upacara penutupan yang meriah.

Laga yang dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, mengalami penundaan kick-off dari jadwal semula pukul 15.00 waktu setempat menjadi pukul 15.06 setelah penampilan sejumlah musisi dan pidato dari aktor Tom Cruise. Dilansir dari Forbes dan Yahoo Sports, pertandingan ini mencetak sejarah dengan menghadirkan Halftime Show atau pertunjukan paruh waktu untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia yang dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, guna mendukung FIFA Global Citizen Education Fund.

Sebelum pertandingan dimulai, upacara penutupan dimeriahkan oleh penampilan Post Malone dan IShowSpeed, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Amerika Serikat oleh Jennifer Hudson serta penampilan Robbie Williams. Trofi Piala Dunia dibawa ke lapangan oleh Andreas Iniesta, Mario Kempes, Carlos Alcaraz, dan aktris Squid Game, Hoyeon, sementara kehadiran Donald Trump di stadion memicu pengetatan keamanan yang membuat antrean pemeriksaan mengular hingga tiga tim.

Suasana di stadion juga diramaikan oleh deretan figur publik ternama yang hadir di tribun penonton, mulai dari pasangan Jay-Z dan Beyonce, Timothee Chalamet dan Kylie Jenner, hingga keluarga besar David dan Victoria Beckham. Sementara itu, di Buenos Aires, ribuan pendukung Argentina berkumpul di Obelisco di tengah rintik hujan untuk memberikan dukungan penuh bagi pertandingan terakhir Lionel Messi bersama tim nasional.

Pihak penyelenggara dan penonton memberikan berbagai tanggapan mengenai rangkaian acara hiburan yang masif dan pergeseran budaya sepak bola di Amerika Serikat ini.

"You did not mention that the fabulous Gustavo Dudamel was conducting! He’s moving to the NY Phil this fall (and is Venezuelan, FYI)." kata Gillian Forrester.

Komentar lain datang dari penggemar yang merasa durasi pertunjukan paruh waktu tersebut kurang memuaskan untuk panggung sebesar Piala Dunia.

"I hope that is the only World Cup half-time show I ever have to see in my life. 17 minutes of underwhelming, cringeworthy crap. I am a BTS fan, but this wasn’t really a great ad for them." ujar Matthew Leung.

Kehadiran legenda sepak bola Brasil di tengah dominasi suporter Argentina juga memicu perhatian tersendiri dari penonton di stadion.

"Did I hear some boos for Pele when he appeared on screen? (From Argentinian fans, presumably). It was a choice to have a heavy Brazilian influence in front of a pro Argentinian crowd - Ronaldo, Ronaldinho & Pele." cetus Brigid Brennan.

Kombinasi budaya olahraga dan hiburan pop dalam turnamen ini dinilai dapat mengubah cara pandang masyarakat Amerika Serikat terhadap sepak bola internasional.

"For three decades soccer fandom in the US, both MLS and especially international club, has had a strong undercurrent of, ‘This is the sport that it’s OK to care about and still be somewhat artsy’. It’s also why there’s little overlap of say watching Premier League games at 8am with the “soccer mom” culture of piling the kids in the SUV and remembering to bring the orange slices for halftime. They’re just two different sets of cultural signifiers. Maybe this World Cup will merge the two a bit." kata Philip Reed.

Beberapa penonton memberikan kritik tajam terhadap dinamika panggung dan penampilan musisi spesifik selama jeda pertandingan tersebut.

"The thing was going well until they brought on Ted Lasso and then Bieber. Bieber seemed like a homeless guy who cut up his own clothes and then wandered onto the pitch to play guitar about some weird Christian bullshit (which is basically accurate). Burna Boy seemed like he was contractually obligated to stay at least 1/2 feet away from Shakira at all times.

Their dynamic was weird. They showed Dua Lipa watching afterwards. She seemed to think that she could’ve done better, and well, she’s right." papar Leo Addor.

Di belahan bumi lain, antusiasme suporter di Argentina tetap tinggi meskipun mereka tidak dapat menyaksikan laga melalui layar besar di pusat kota.

"It’s Lio [Messi]’s last one. We wanted to come and cheer him and the rest of the squad on - to support them from here. We’ll watch the game on our phones if we have to," tutur María de las Nieves López, seorang pemilik restoran pizza.

Ia juga membawa sebuah boneka yang diyakininya membawa keberuntungan selama turnamen berlangsung.

"Well, we’ve been winning so far," tambah María de las Nieves López.

Ia berniat memberikan hadiah khusus untuk boneka tersebut jika tim nasional Argentina berhasil membawa pulang trofi juara.

"I promised her that, if Argentina wins the final, I’ll buy her a new dress." pungkas María de las Nieves López.

Sebelum rangkaian acara dimulai, konfirmasi mengenai keterlibatan para musisi dalam penggalangan dana pendidikan global telah disampaikan secara resmi.

"The FIFA World Cup brings the world together in a way nothing else can," kata Justin Bieber dalam sebuah pernyataan tertulis.

Penyanyi asal Kanada tersebut menyampaikan rasa apresiasinya atas kesempatan tampil di panggung final ini.

"I’m grateful to be part of this Halftime Show, and even more grateful knowing it's already helping expand access to education for children around the world." lanjut Justin Bieber.

Presiden FIFA juga menyatakan kegembiraannya atas kolaborasi besar antara dunia olahraga dan industri hiburan global ini.

"We are thrilled to have so many stars taking to the pitch, from both the football and entertainment worlds," jelas Presiden FIFA Gianni Infantino.

Menurutnya, upacara penutupan ini dirancang untuk menyatukan puluhan tim dan jutaan penggemar dalam satu momentum yang tidak terlupakan.

"set the tone for a historic FIFA World Cup final, uniting the passion of 48 teams, 16 host cities and millions of fans on one unforgettable stage." tambah Gianni Infantino.

Jelang pertandingan, Tom Cruise sempat naik ke atas panggung utama untuk memberikan pidato singkat di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati tribun.

"So as we gather for one final chapter, let us celebrate a tournament that brought the world together. Let us celebrate each other. This is football.

This is unity. This is greatness," ucap Tom Cruise dalam monolognya.

Spanyol memasuki lapangan sebagai tim favorit setelah mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal, sementara pelatih Argentina Lionel Scaloni melakukan tiga perubahan formasi dengan memasukkan Gonzalo Montiel, Rodrigo De Paul, dan Nico Gonzalez sebagai starter.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed