BMKG Prakirakan Cuaca Jateng Cerah Berawan dan Hujan Sangat Ringan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Jawa Tengah pada Jumat (24/7/2026) umumnya didominasi cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celsius. Mesi berada pada periode musim kemarau, sejumlah wilayah selatan dan kawasan pegunungan masih berpotensi mengalami hujan sangat ringan akibat peningkatkan kelembapan udara di lapisan atas atmosfer. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menjelaskan bahwa pemantauan tiga hari terakhir mencatat curah hujan 0,2 milimeter di Cilacap, sementara di Banyumas hujan tidak terukur. "Hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah pada musim kemarau tersebut lebih dipengaruhi faktor lokal, terutama adanya peningkatan kelembapan udara di lapisan atas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan," kata Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap.
Kondisi lokal tersebut membuat beberapa titik di Cilacap dan sekitarnya tetap berpeluang diguyur hujan berintensitas rendah secara tidak merata.
"Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis, terutama pada masa kemarau yang masih memungkinkan munculnya hujan akibat faktor lokal," ujar Teguh Wardoyo. Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang Agus Triyono menyampaikan bahwa suhu udara maksimal mencapai 35 derajat Celsius berpotensi terjadi di wilayah Semarang dan Demak.
"Pagi cerah hingga cerah berawan," kata Agus Triyono, Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang. Masyarakat diminta mewaspadai dampak dari kondisi cuaca kering di sejumlah titik.
"Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan," ucap Agus Triyono. BMKG mencatat suhu udara berada di rentang 16–35 derajat Celsius dengan kelembapan 40–95 persen. Kecepatan angin bertiup dari timur ke selatan antara 5 hingga 35 kilometer per jam. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Winda Ratri menyebutkan empat wilayah di kawasan pegunungan dan dataran tinggi sempat berpeluang diguyur hujan ringan pada Kamis (23/7/2026), yaitu Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Mungkid.
"Hujan ringan masih berpeluang turun di 4 daerah kawasan pegunungan dan dataran tinggi di Jawa Tengah bagian tengah," kata Winda Ratri, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Ia mengingatkan agar warga tetap memperhatikan potensi risiko kebakaran selama musim kering berlangsung. "Tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tambah Winda Ratri. Selain potensi cuaca di daratan, aktivitas laut di Jawa Tengah mendapat perhatian akibat gelombang tinggi berkisar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan serta kawasan Karimunjawa.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Semarang Sediyanto mengimbau para pengguna transportasi laut dan nelayan untuk berhati-hati, terutama saat kecepatan angin melebihi 15 knot. Fenomena air laut pasang (rob) setinggi maksimum 0,9 meter juga meningkatkan ancaman banjir di pesisir Pantura, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
"Meskipun cuaca di perairan umumnya cerah berawan dan berawan, namun banjir rob ini berpotensi mengganggu aktivitas warga seperti transpotasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam," ujar Sediyanto, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Semarang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow