BMKG Memprediksi Potensi Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia Sepekan ke Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas ringan hingga lebat disertai kilat berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan sejak Jumat, 22 Mei 2026.
Kondisi ini terjadi karena Indonesia sedang berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang memicu dinamika atmosfer signifikan. Pihak BMKG mengimbau masyarakat serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut laporan BMKG yang dilansir Kompas.com pada Jumat (22/5/2026), hujan diprediksi mengguyur wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Papua pada periode 22-24 Mei. Sementara untuk periode 25-28 Mei, cakupan hujan meluas ke wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, hingga Papua Selatan.
Fenomena ini dipicu oleh aktivitas gelombang Kelvin yang aktif di Laut Andaman, Aceh, Sumatra Utara, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Kalimantan Utara. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial terpantau aktif di Kalimantan bagian tengah hingga selatan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.
BMKG menambahkan bahwa gelombang mixed rossby-gravity (MRG) serta Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 4 turut aktif di berbagai wilayah nusantara. Faktor-faktor ini meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.
Sebelumnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, pihak BMKG menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik terbentuk di Samudra Hindia Barat Lampung dan Samudra Pasifik Utara Papua. Kondisi tersebut memicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.
Pola konvergensi ini tercatat membentang dari pesisir utara Aceh, Selat Malaka, Sumatra Barat hingga perairan barat Bengkulu, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Papua Barat.
Berdasarkan rilis cuaca harian, BMKG mendeteksi adanya wilayah yang mengalami hujan petir, khususnya di Banjarmasin. Untuk wilayah Indonesia timur, hujan sedang berpotensi membasahi Mamuju, sementara hujan ringan diperkirakan turun di Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
BMKG memaparkan cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 35 derajat celsius sempat terdeteksi pada 18-20 Mei 2026 di Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Namun, pada periode yang sama, curah hujan harian lebat hingga sangat lebat tetap mengguyur Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatra Utara, DKI Jakarta, Papua Tengah, Kalimantan Barat, dan Jambi.
Prakirawan cuaca BMKG Lintang Alya N mengonfirmasi adanya wilayah yang mengalami kondisi berawan tebal. Cuaca signifikan ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat.
"Selain itu terdapat potensi cuaca berawan hingga berawan tebal di Denpasar, Makassar, Gorontalo, dan Merauke," kata Lintang Alya N, Prakirawan BMKG.
Lintang Alya N menjelaskan bahwa pembentukan massa udara dan dinamika angin memperkuat pembentukan awan hujan. Beberapa daerah di Pulau Sumatra dan Jawa disarankan untuk lebih bersiap menghadapi potensi cuaca buruk.
"Daerah konvergensi lain juga terpantau terbentuk di pesisir utara Aceh, Selat Malaka, dari Sumatera Barat hingga perairan barat Bengkulu, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat," kata Lintang Alya N.
Menurut laporan Antara, peringatan dini ini juga berlaku untuk mengantisipasi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat mengganggu aktivitas harian masyarakat. Pihak BMKG meminta publik terus memperbarui informasi cuaca melalui saluran resmi lembaga tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow