BMKG Memprediksi Variasi Cuaca Selama Libur Tahun Baru Islam 1448 H
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang bervariasi di berbagai kota Indonesia menjelang libur nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026. Kondisi cuaca nasional diprediksi didominasi oleh situasi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai lebat akibat aktivitas dinamika atmosfer yang masih aktif.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa hujan petir berpotensi melanda wilayah Padang dan Batam, sedangkan hujan lebat diperkirakan terjadi di Samarinda pada pagi hari. Sebaliknya, wilayah Indonesia bagian selatan kini mulai memasuki musim kemarau yang memicu penurunan curah hujan secara signifikan serta penurunan suhu udara pada malam hari.
Prakirawan BMKG, Nurul Izzah Fitria memaparkan bahwa fenomena penurunan suhu tersebut dipengaruhi oleh penguatan Monsun Australia yang mulai terasa di beberapa daerah, khususnya di kawasan dataran tinggi.
"Bediding merujuk pada fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin khususnya pada malam hingga menjelang pagi hari terutama di daerah dataran tinggi," ujar Nurul Izzah Fitria, Prakirawan BMKG.
Meskipun wilayah selatan memasuki kemarau, Nurul menambahkan bahwa area Indonesia bagian utara masih berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Faktor pemicunya meliputi aktivitas El Nino Southern Oscillation (ENSO) fase hangat di Samudra Pasifik, Madden-Julian Oscillation (MJO) di Western Hemisphere-Afrika, serta pelintasan Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.
"Kondisi penurunan suhu udara yang mulai terasa seiring penguatan Monsun Australia, meski dinamika atmosfer masih memicu hujan signifikan di sebagian wilayah Indonesia," kata Nurul Izzah Fitria, Prakirawan BMKG.
Sirkulasi siklonik di Kalimantan Tengah juga membentuk pola konvergensi dan perlambatan angin yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem di beberapa titik. BMKG menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang untuk sejumlah wilayah spesifik.
"Potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang juga masih berpotensi terjadi dengan kategori peringatan siaga terutama di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan," ujar Nurul Izzah Fitria, Prakirawan BMKG.
Menghadapi situasi pergantian musim dan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi mendadak, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
"Dalam rangka menghadapi musim kemarau dan beberapa dinamika atmosfer yang telah disebutkan, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu terhidrasi dengan baik, lakukan penghematan dalam penggunaan air, dan gunakan pelindung saat berada di luar ruangan. Kenali cuaca dan lingkungan agar terhindar dari bencana hidrometeorologi," kata Nurul Izzah Fitria, Prakirawan BMKG.
Dilansir dari detikcom, berikut adalah rincian prakiraan kondisi cuaca di beberapa kota besar Indonesia pada 16 Juni 2026:
Jakarta Pusat diprediksi mengalami kondisi berawan tebal pada dini hari dan siang hari, berawan di pagi hari, serta hujan ringan pada malam hari. Sementara itu, wilayah Bandung akan didominasi cuaca berawan dan cerah berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan.
Wilayah Surabaya diperkirakan berawan pada dini hari, cerah berawan di pagi hari, kemudian beralih menjadi berawan tebal sejak siang hingga malam hari. Untuk wilayah Yogyakarta, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan secara konsisten dari dini hari hingga malam hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow