Suhu Dieng Hari Ini Menyentuh Titik Beku, Fenomena Embun Upas Kembali Muncul
Suhu udara di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, melonjak turun hingga menyentuh titik beku 0,7 derajat Celsius pada Kamis (3/9/2026) pagi. Penurunan suhu ekstrem pada puncak musim kemarau ini memicu kemunculan fenomena embun beku atau embun upas yang melapisi areal lapangan hingga dedaunan di kawasan wisata tersebut. Kondisi cuaca dingin di kawasan pegunungan Jawa Tengah ini menandai berlanjutnya fenomena bediding yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penurunan suhu ekstrem paling terasa mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit, di mana kelembapan udara mencapai lebih dari 85 persen hingga 97 persen. Para wisatawan yang berkunjung ke kompleks Candi Arjuna disuguhi pemandangan hamparan rumput yang memutih tertutup es. Meski menjadi daya tarik visual bagi wisatawan, fenomena cuaca ini membawa dampak serius bagi para petani lokal di kawasan pegunungan tersebut.
Penurunan suhu signifikan di dataran tinggi Jawa terjadi akibat kombinasi tutupan awan yang minim dan angin berkecepatan rendah dari arah timur laut, berkisar 2 hingga 10 km/jam. Pada malam hari, pelepasan radiasi panas dari permukaan bumi ke atmosfer berlangsung tanpa hambatan, sehingga suhu permukaan tanah merosot tajam.
Mekanisme Pembentukan Embun Upas
Banyak warga dan wisatawan kerap bertanya-tanya mengenai proses terjadinya fenomena alami ini. Pertanyaan seperti "embun upas di dieng itu apa" menjadi pembahasan hangat setiap kali kawasan pegunungan ini membeku. Embun upas merupakan kristal es yang terbentuk ketika suhu udara di permukaan tanah berada di bawah titik beku nol derajat Celsius, menyebabkan embun air langsung membeku menjadi lapisan es tipis.
Meskipun suhu udara yang terukur di termometer standar menunjukkan angka berkisar 0,7 derajat Celsius hingga 15 derajat Celsius, suhu pada permukaan rumput dapat merosot jauh lebih rendah. Dalam beberapa catatan fenomena serupa di periode kemarau tahun ini, suhu permukaan tanah di Dieng bahkan pernah menembus angka minus 6 derajat Celsius.
Perbandingan Suhu Wilayah Pegunungan Jawa
Kondisi cuaca dingin ekstrem tidak hanya melanda Dieng, tetapi juga dialami kawasan dataran tinggi lainnya di Pulau Jawa selama periode musim kemarau. Berikut adalah ringkasan data perbandingan suhu udara di beberapa titik kawasan pegunungan:
| Lokasi Wilayah | Suhu Minimum Udara | Suhu Permukaan Rumput | Kelembapan Malam Hari |
|---|---|---|---|
| Dieng (Kawasan Candi) | 0,7°C | -6°C | 97% |
| Gunung Bromo | 3,9°C | – | – |
| Dieng (Siang Hari) | 20°C - 25°C | – | 62% - 72% |
Dampak Cuaca Dingin Terhadap Sektor Pertanian
Munculnya embun es yang membeku di atas permukaan daun membawa ancaman besar bagi komoditas pertanian utama di Dieng, khususnya tanaman kentang dan sayuran. Fenomena ini kerap memicu kerusakan jaringan tanaman atau yang dikenal warga lokal sebagai racun upas.
Petani setempat mengkhawatirkan keberlangsungan masa panen jika cuaca beku bertahan dalam beberapa hari ke depan. Kerusakan fisiologis pada daun membuat tanaman kentang layu dan membusuk dalam waktu singkat.
"Tanaman kentang dan sayuran di Dieng berisiko mati jika suhu minus berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut bisa mengancam hingga 90 persen tanaman warga," kata pengamat pertanian lokal dalam laporan evaluasi dampak cuaca ekstrem.
Imbauan Keselamatan untuk Wisatawan dan Masyarakat
Meningkatnya kunjungan wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena embun es membuat otoritas setempat mengeluarkan imbauan keselamatan. Wisatawan yang merencanakan kunjungan diimbau menyiapkan pakaian tebal berlapis, jaket penahan angin, serta pelindung tubuh lainnya guna mengantisipasi paparan suhu dingin ekstrem di bawah 10 derajat Celsius.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca kering dan sejuk di wilayah pegunungan Jawa Tengah masih akan berlanjut hingga akhir September 2026. Masyarakat serta pengelola wisata diminta untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca harian guna mengantisipasi perubahan suhu mendadak di kawasan dataran tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow