Buruh Indomaret Gelar Demo Tolak Penghapusan Upah Lembur Hari Libur

Smallest Font
Largest Font

Ribuan buruh yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Selasa (26/5/2026) mulai pukul 09.40 WIB untuk memprotes kebijakan baru terkait penghapusan pembayaran upah lembur pada hari libur nasional.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Maryatti Jonggi, mengonfirmasi keberadaan aksi unjuk rasa tersebut dan menyatakan bahwa pengamanan dari pihak kepolisian telah bersiap sejak pagi hari.

"Benar (ada aksi unjuk rasa), pengamanan pukul 07.00 WIB," ujar Maryatti Jonggi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara.

Pihak FSPMI Indomarco memperkirakan jumlah massa aksi mencapai sekitar 2.500 orang yang merupakan gabungan dari pekerja Indomaret Jabodetabek serta 11 federasi serikat pekerja di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Gelombang protes ini dipicu oleh kebijakan baru perusahaan per Mei 2026 yang menghapus upah lembur tanggal merah sebesar Rp 400 ribu dan menggantinya dengan hari libur tambahan.

Aksi unjuk rasa tersebut juga diwarnai ancaman pemogokan yang lebih luas di tingkat nasional jika pihak manajemen perusahaan ritel tersebut tidak segera memberikan kepastian atas hak-hak pekerja.

"Apabila pada hari ini tidak ada kepastian, tidak ada keputusan yang konkret, tidak ada keputusan yang jelas, hak dan keadilan kami tidak diberikan keputusan ini, ditolak ataupun tidak digubris, maka akan tunggu aksi-aksi yang lebih besar seluruh cabang nasional," ujar Ahmad Saifuddin, perwakilan karyawan Indomaret.

Ahmad menambahkan bahwa keputusan mengenai langkah demonstrasi lanjutan dari para karyawan akan tetap mengikuti instruksi dan arahan dari pengurus serikat pekerja. Selain persoalan upah lembur, para pegawai juga mengeluhkan beban finansial lain seperti pemotongan gaji untuk Nota Kurang Lebih (NKL) akibat barang hilang di toko.

"Itu penting banget karena tidak semua orang itu punya kebutuhan yang cukup ya di rumah. Dan punya kepentingan masing-masing itu gimana ya, menurut saya semua orang butuh sih. Bukan hanya angka Rp 400 ribunya, tapi kebutuhan di rumah itu lebih penting dari yang diduga," kata Winda Ayu, karyawan Indomaret.

Winda yang telah bekerja selama enam tahun menilai nominal upah lembur tersebut sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Kebijakan baru perusahaan dirasa semakin memberatkan karena para pekerja tetap diwajibkan membayar ganti rugi atas kehilangan inventaris barang toko.

"Kita tuh kerja juga pasti sudah bayar minus (barang hilang), NKL, itu sudah pasti. Nah kita tuh sudah (bayar) NKL, kenapa lemburan kita tuh tidak dibayar, malah diganti libur seperti itu," kata Winda Ayu, karyawan Indomaret.

Berdasarkan laporan kompas.com dan detikcom, pergerakan massa yang membawa bendera Partai Buruh serta FSPMI ini memicu kemacetan sehingga petugas kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow dari Jalan Marina Raya menuju Jalan Pantai Indah Kapuk. Terdapat enam tuntutan utama yang diusung buruh, di antaranya menolak penghapusan upah lembur, menghentikan intimidasi pekerja, melawan union busting, menghentikan PHK sepihak berkedok pengunduran diri, menolak peraturan perusahaan yang merugikan, serta mendesak pembentukan perjanjian kerja bersama (PKB) yang adil.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed