Cak Sholeh Tutup Usia pada 7 Agustus 2026
Muhammad Sholeh, S.H. atau yang akrab disapa Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat 7 Agustus 2026. Pendiri komunitas No Viral No Justice itu dikabarkan tutup usia oleh keluarga besar komunitas melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahan belasungkawa, komunitas mengajak sahabat dan masyarakat mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Hingga berita ini ditulis, keluarga belum menyampaikan penyebab meninggal dunia maupun informasi rumah duka dan prosesi pemakaman.
Menurut kabar yang berkembang, almarhum disebut mengalami autoimun. Kepergian Cak Sholeh dipandang menjadi kehilangan bagi rekan sejawat dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok yang vokal memperjuangkan keadilan.
"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," demikian bunyi ucapan belasungkawa yang disampaikan komunitas.
Cak Sholeh sebelumnya mengunggah kabar kondisi kesehatannya melalui akun Instagram pribadinya pada 16 Juli 2026. Ia menyampaikan dengan gaya khas Suroboyoan yang ringan dan apa adanya, sambil meminta doa kepada para sahabat dan pengikutnya.
Kabar duka datang di Jawa Timur dan menutup perjalanan seorang advokat yang selama ini dikenal publik. Ia juga disebut identik dengan slogan "No Viral No Justice", yang digambarkan sebagai kritik terhadap sistem pelayanan hukum yang dinilai baru bergerak saat sebuah perkara menjadi sorotan publik.
Selain pendampingan hukum, Cak Sholeh juga dikenal memiliki jejak penting di ranah demokrasi. Kabarbaik.co menulis bahwa gugatan judicial review yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi pada 2008 dikabulkan, dan putusan itu disebut melahirkan sistem proporsional terbuka pada Pemilu 2009.
Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, ia menyebut sistem proporsional tertutup sebagai sistem yang "mengaburkan hubungan pemilih dengan wakil rakyat" dan hanya menguntungkan elite partai.
Saat masih hidup, ia disebut tetap menjadi tempat masyarakat kecil mengadu ketika merasa keadilan sulit dijangkau. Sebagian jejak perjalanan advokasinya juga dikaitkan dengan pengalaman ketika dipenjara di Penjara Kalisosok, Surabaya, usai divonis 4 tahun pada 1996 atas tuduhan subversif dan menjalani sekitar satu setengah tahun.
Jejak perjuangan Cak Sholeh juga dirunut dari masa aktivisme menjelang akhir Orde Baru, termasuk keterlibatan dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) pada 1994 hingga 1996. Latar pendidikannya disebut berasal dari Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow