Carlo Ancelotti Waspadai Kekuatan Maroko Jelang Laga Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pelatih tim nasional Brasil Carlo Ancelotti mengingatkan pasukannya untuk mengantisipasi kekuatan Maroko menjelang pertandingan perdana Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/6/2026) atau Minggu pagi pukul 05.00 WIB. Kewaspadaan skuad Selecao didasarkan pada catatan pertemuan terakhir kedua tim di Tangier pada 2023, saat Brasil dipaksa menyerah dengan skor 1-2 dari Maroko, meskipun secara keseluruhan Brasil masih mendominasi dengan mengemas dua kemenangan dari tiga duel. "Semua tim yang hadir di Piala Dunia ini memiliki kualitas dan Maroko bukan pengecualian," ucap Ancelotti mewanti-wanti pasukannya.

Selain membahas kekuatan lawan, fokus persiapan timnas Brasil di bawah arahan Carletto juga tertuju pada proses pemulihan megabintang mereka, Neymar, yang diharapkan bisa segera kembali memperkuat lini serang.

"Neymar bekerja dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Kami berharap dia menyelesaikan proses pemulihannya dan dapat kembali diintegrasikan ke dalam tim mulai pekan depan," tutur Ancelotti dilansir dari Tuttomercatoweb. Mantan pelatih Real Madrid tersebut menilai kehadiran sang penyerang sangat krusial bagi kedalaman skuad, tidak hanya dari segi kemampuan teknis di atas lapangan tetapi juga mentalitas bertanding.

"Selain kualitas teknisnya yang tak terbantahkan, dia membawa pengalaman dan kepemimpinan, aspek-aspek yang sangat penting bagi grup," ujar pelatih asal Italia tersebut. Terkait strategi permainan, juru taktik yang telah mengoleksi lima gelar Liga Champions itu menginginkan keseimbangan performa anak asuhnya agar mampu mengontrol jalannya laga secara penuh.

"Bagi saya, angka yang benar-benar penting adalah gol yang dicetak dan gol yang kebobolan," tutur pelatih yang pernah lima kali memenangi Liga Champions tersebut. Ancelotti menekankan bahwa efisiensi dalam menyerang dan bertahan menjadi kunci utama, di mana tim harus tetap solid meski dalam tekanan lawan. "Kami ingin mengendalikan pertandingan ketika kami menguasai bola, tetapi kami juga harus terorganisasi saat tidak menguasainya," tutur Ancelotti.

Dalam sesi konferensi pers tersebut, Ancelotti menarik perhatian publik dengan menjawab pertanyaan para jurnalis menggunakan empat bahasa berbeda, yaitu Portugis, Spanyol, Inggris, dan Perancis, berkat pengalaman melatihnya di berbagai klub besar Eropa seperti Chelsea dan Paris Saint-Germain.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed