Catanzaro Singkirkan Palermo dari Playoff Serie B Meski Kalah

Smallest Font
Largest Font

Palermo gagal melangkah ke babak final playoff Serie B setelah kalah agregat 2-3 dari Catanzaro, meskipun berhasil memenangkan pertandingan leg kedua dengan skor 2-0 di Stadion Renzo Barbera pada Rabu, 20 Mei 2026 malam waktu setempat.

Kemenangan tipis tuan rumah tersebut tidak mampu mengejar ketertinggalan setelah Catanzaro mengamankan keunggulan 3-0 pada pertandingan leg pertama. Laga penentu ini juga diwarnai insiden kericuhan antarsuporter di tribun kehormatan yang mengakibatkan keluarga dari manajemen tim tamu harus dilarikan ke rumah sakit.

Pertandingan leg kedua yang disiarkan langsung oleh saluran DAZN ini berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Skuad asuhan Pippo Inzaghi langsung membuka keunggulan cepat lewat sundulan penyerang Joel Pohjanpalo pada menit kedua, memanfaatkan bola liar hasil eksekusi tendangan bebas Palumbo dari area trequarti.

Gol pembuka tersebut sempat memicu protes keras dari para pemain Catanzaro karena menganggap pemain Palermo aktif mengganggu pergerakan penjaga gawang. Namun, wasit Matteo Marcenaro tetap mengesahkan gol itu setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Mantan pemain Palermo, Lamberto Zauli, sempat membagikan analisisnya mengenai tensi pertandingan krusial ini sebelum laga dimulai saat diwawancarai oleh Tuttomercatoweb.

"Il Palermo per fare l'impresa e non chiudere la stagione con l'uscita di scena che, viste le premesse di inizio campionato, avrebbe tutti i crismi di una grande delusione, il Catanzaro per continuare a stupire e sfruttare il vantaggio del 3-0 dell'andata. Il Monza attende la sua sfidante per un posto in paradiso. Ogni partita va preparata con la massima concentrazione, se pensi al risultato dell'andata puoi essere condizionato in negativo" kata Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Zauli menambahkan bahwa Palermo dituntut untuk tampil tanpa celah demi mengejar agregat gol agar bisa melaju ke babak final menghadapi Monza.

"Quando parti con un 3-0 sulle spalle la partita non ti permette di fare alcun errore. Occorre la partita perfetta, se si incanala subito nel giusto modo i rosanero possono giocarsela. Non penso che a Catanzaro pensino che sia già fatta" ujar Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Meskipun mengakui kekuatan lawan, Zauli menegaskan bahwa faktor dukungan suporter di Stadion Barbera memegang peranan penting bagi kebangkitan tim tuan rumah.

"Il Catanzaro ha calciatori molto forti, fa i playoff da anni e non è una sorpresa. La squadra è cresciuta nel tempo, davanti ha giocatori fortissimi, uno su tutti Iemmello. Si gioca ogni partita le sue chance. Però è ancora tutto aperto" tutur Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Dia juga mengingatkan bahwa target utama Palermo sejak awal kompetisi adalah promosi, sehingga kegagalan di fase ini akan menjadi pukulan telat.

"La delusione quando non arrivi all'obiettivo c'è sempre. Penso che l'obiettivo del Palermo ad inizio stagione fosse quello di centrare la promozione. Mas eventualmente bisogna ripartire e voltare pagina, lo impone lo sport. C'è però una partita da giocare e e il Barbera si fare sentire" tegas Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Catanzaro kemudian mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 73,9 persen dalam sisa waktu babak pertama. Sementara itu, Palermo terpaksa melakukan pergantian pemain cepat setelah Peda mengalami cedera pada menit ke-16 dan digantikan oleh Magnani.

Di luar jalannya pertandingan, dilansir dari laporan palermotoday.it, pertikaian pecah di area tribun d’onore saat jeda babak pertama. Insiden tersebut melibatkan Direktur Olahraga Catanzaro, Ciro Polito, serta sejumlah pendukung Palermo hingga mengakibatkan istri dan anak dari petinggi klub Calabria itu mengalami luka-luka.

Ciro Polito segera meninggalkan area pertandingan untuk mendampingi istri dan anaknya ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis. Kekerasan tersebut juga menyebabkan ibu dari pelatih Catanzaro, Alberto Aquilani, mengalami syok berat dan menangis di lokasi kejadian.

Perwakilan suporter Palermo memberikan versi berbeda terkait awal mula pertikaian dengan menyebutkan bahwa anak dari Ciro Polito yang terlebih dahulu melakukan penyerangan. Berdasarkan rekaman video di media sosial Instagram, anak sang direktur dinilai bereaksi agresif setelah menerima tepukan di bahu dari seorang penonton usai terlibat adu mulut.

Meskipun Palermo berhasil menambah satu gol lagi untuk mengunci kemenangan 2-0, hasil tersebut tidak cukup meloloskan mereka. Kegagalan melangkah ke partai puncak tidak melunturkan loyalitas sang juru taktik Palermo, Inzaghi, terhadap klub asal Sisilia tersebut.

"Palermo per me vale il Real, resto qui per portare i rosa in serie A" kata Inzaghi, Pelatih Palermo.

Pernyataan bernada optimistis juga datang dari internal pemain setelah laga usai. Fondasi performa tim dalam pertandingan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menatap kompetisi pada musim berikutnya.

"Ripartiamo dallo spirito di gruppo visto in campo" ujar Bani, Pemain Palermo.

Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim selama mengarungi babak playoff kini menjadi agenda terdekat manajemen. Skuad Palermo dijadwalkan kembali berkumpul setelah masa libur kompetisi untuk memulai persiapan musim baru.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed