Celtic Hadapi LASK Pada Play Off Liga Champions
Klub asal Skotlandia, Celtic, menjamu wakil Austria, LASK, dalam laga leg pertama babak play-off Liga Champions di Celtic Park. Pertandingan penting ini menjadi ujian besar bagi skuad asuhan manajer veteran Martin O'Neill di tingkat Eropa.
Laga ini menandai kembalinya Martin O'Neill memimpin tim di Liga Champions setelah lebih dari 18 tahun. Celtic berambisi kuat melangkah ke fase liga setelah gagal menembus babak utama pada musim sebelumnya.
Di tengah perjuangan tersebut, Celtic menghadapi krisis di lini tengah setelah kepergian Arne Engels ke West Ham tanpa ada pemain baru yang datang sebelum tenggat transfer. Selain itu, Alex Oxlade-Chamberlain terkena sanksi larangan bertanding untuk dua laga, sementara Alistair Johnston dan Daizen Maeda juga absen dari skuad.
Meskipun lini tengah tergerus, Celtic mendatangkan opsi penyerang baru seperti Kasper Hogh, Camilo Duran, Mika Baur, dan Haissem Hassan. Kombinasi Hogh dan Duran tercatat berhasil mencetak sepuluh gol di babak utama Liga Champions pada musim lalu.
Di sisi lain, LASK datang dengan catatan impresif setelah mengakhiri puasa gelar liga selama 61 tahun pada musim lalu. Tim tamu tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan sejak Maret, memenangi sepuluh di antaranya, dan mencetak 16 gol dari empat laga awal musim ini melalui kontribusi Christoph Lang dan Samuel Adeniran.
Manajer Celtic menegaskan bahwa sejarah emas klub saat menjuarai kompetisi teratas Eropa pada masa lalu harus tetap menjadi tolok ukur utama bagi skuadnya.
"Saya selalu mengatakan, saya pikir standar di sini telah ditetapkan jauh pada tahun 1967. Dan sejak saat itu, saya percaya bahwa Celtic harus selalu bercita-cita untuk mencapai itu. Kita mungkin tidak akan pernah mencapainya. Namun di luar itu, Anda harus tetap bercita-cita untuk mencapainya," kata Martin O'Neill, Manajer Celtic.
Catatan historis menunjukkan bahwa Celtic menderita kekecewaan dalam lima kampanye kualifikasi Liga Champions berturut-turut sebelum musim ini. Mereka tercatat disingkirkan oleh Kairat Almaty, Midtjylland, Ferencvaros, Cluj, dan AEK Athens, serta pernah kalah dari Maribor dan Malmo pada tahun-tahun sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow