Chelsea Dekati Kylian Mbappe di Tengah Isu Keretakan Real Madrid
Klub Liga Inggris Chelsea bergerak cepat mendekati agen Kylian Mbappe setelah masa depan sang penyerang di Real Madrid diselimuti ketidakpastian akibat petisi suporter dan isu keretakan internal skuad.
Dilansir dari Fichajes, manajemen Chelsea siap melayangkan tawaran fantastis senilai 150 juta euro atau sekitar Rp3 triliun atas permintaan langsung dari manajer anyar mereka, Xabi Alonso.
Langkah ini diambil memanfaatkan situasi panas di Santiago Bernabeu setelah Real Madrid gagal meraih gelar juara LaLiga dan Liga Champions dalam dua musim beruntun sejak kedatangan penyerang Prancis tersebut.
Tekanan dari pendukung Los Blancos menguat melalui munculnya petisi daring yang mengumpulkan lebih dari 50 juta tanda tangan demi mendesak pihak klub segera menjual Mbappe.
Meski demikian, legenda Real Madrid Fernando Morientes langsung pasang badan membela produktivitas Mbappe yang telah mengemas total 85 gol dari 102 pertandingan.
"Petisi online puluhan juta? Itu nggak kredibel," cetus Morientes kepada Tribuna.
Morientes menduga desakan tersebut sengaja dimanfaatkan oleh pihak-pihak di luar pendukung setia Real Madrid yang tidak menyukai klub tersebut.
"Bisa saja itu diklik suporter Barcelona atau orang-orang yang nggak suka sama Madrid," tambahkan Morientes.
Mantan penyerang El Real itu menegaskan bahwa performa individu Mbappe yang mencetak 41 gol dalam 43 pertandingan musim lalu sudah berada pada level tertinggi.
"Mbappe selalu bisa kemas mendekati 50 gol, maka tidak perlu didebatkan," tegas Morientes.
Ia menyayangkan sikap sebagian pihak yang kerap menjadikan Mbappe sebagai kambing hitam atas kegagalan kolektif tim meraih trofi juara.
"Mbappe jalani musim-musim fantastis individu fantastis buatnya. Namun ketika Real Madrid gagal juara, selalu saja ada yang disalahkan," tutup Morientes.
Kondisi internal Real Madrid dikabarkan semakin rapuh akibat perebutan kekuasaan dan dominasi pengaruh di ruang ganti antara Mbappe dengan Vinicius Jr menurut laporan El Chiringuito TV.
Hubungan Mbappe dengan manajer Alvaro Arbeloa juga dilaporkan meregang setelah sang penyerang sempat dikritik akibat melakukan perjalanan ke Italia di masa pemulihan cedera.
"Manajer mengatakan kepadaku bahwa aku adalah penyerang pilihan keempat," kata Mbappe meluapkan kekesalannya.
Di tengah isu perpecahan tersebut, sebuah unggahan viral sempat mengklaim mantan gelandang Real Madrid Toni Kroos ikut melayangkan kritik tajam terhadap sikap Mbappe.
Namun, Kroos segera bereaksi keras di media sosial pribadinya untuk membantah kabar bohong yang menyeret namanya itu.
"Lie," tulis Kroos singkat.
Masa depan Mbappe semakin memicu spekulasi seiring laporan pakar transfer Fabrizio Romano mengenai kesepakatan lisan antara Real Madrid dengan Jose Mourinho untuk kontrak berdurasi dua tahun.
Mantan pelatih Premier League Tim Sherwood menilai kedatangan Mourinho akan menjadi penentu nasib akhir bagi penyerang berusia 27 tahun itu di Spanyol.
"If you don’t want to play for Jose Mourinho, if you’re Mbappe, you’re out the door. The fans are rushing him out of town anyway." kata Sherwood saat berbicara di Sky Sports News pada Senin, 18 Mei 2026.
Sherwood memprediksi otoritas kuat yang dimiliki Mourinho bakal memaksa sang pemain keluar jika keduanya tidak mencapai kesepahaman bersama.
"Mbappe will leave the football clu, unless Jose gets him on side. And then he’ll thank Jose for keeping him in the biggest club in the world." ujar Sherwood.
Situasi pelik ini coba dimanfaatkan oleh pakar sepak bola Eropa Andy Brassell yang menyarankan Chelsea untuk segera mengamankan tanda tangan Mbappe demi menyuntikkan pengalaman berharga.
"They need experience," kata Brassell secara eksklusif kepada talkSPORT.com.
Menurut Brassell, racikan taktik manajer baru Chelsea akan menjadi wadah yang sempurna untuk memadukan pemain bintang dengan talenta muda.
"He's [Alonso] so good at developing young players," lanjut Brassell.
Selain mempertajam lini serang, Brassell menyarankan agar manajemen klub asal London Barat itu memprioritaskan pembenahan di sektor penjaga gawang utama.
"If you can combine experience and a new top-class goalkeeper, I think most Chelsea fans would say that's the first one you've got to go and get. For me, it's Gregor Kobel of Borussia Dortmund." ujar Brassell.
Ia juga menambahkan bahwa lini pertahanan The Blues masih membutuhkan penyeimbang yang kokoh di posisi bek tengah menjelang bursa transfer musim panas.
"The defence definitely needs work. I think in terms of that middle place between experience and youth, I wonder whether Alessandro Bastoni would be the one." kata Brassell.
Pemain belakang asal Italia itu dinilai sangat cocok dengan skema permainan dinamis yang kerap diusung oleh Alonso.
"We know that he's likely to leave Inter this summer," tambah Brassell.
Brassell menyimpulkan bahwa keberhasilan memboyong Mbappe akan menjadi lompatan besar bagi Chelsea dalam mengubah peta kekuatan sepak bola Eropa.
"Third one, I'm going to go there, Kylian Mbappe." kata Brassell.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
1
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow