Chelsea Siapkan Dana 30 Juta Euro demi Boyong Granit Xhaka

Smallest Font
Largest Font

Chelsea dikabarkan tengah menyiapkan tawaran sebesar 30 juta euro untuk merekrut gelandang Sunderland, Granit Xhaka, demi memenuhi permintaan khusus dari calon manajer baru mereka, Xabi Alonso, pada Sabtu (27/6).

Dilansir dari football365.com, Xabi Alonso yang akan resmi menjabat sebagai manajer Chelsea pada 1 Juli mendatang, mendesak pemilik klub agar segera menuntaskan kepindahan pemain internasional Swiss tersebut. Keduanya pernah bekerja sama di Bayer Leverkusen dan sukses merayakan gelar juara Bundesliga serta DFB-Pokal pada musim 2023/2024.

Xhaka pindah ke Sunderland dari Leverkusen pada musim panas 2025 dengan nilai transfer 17,3 juta poundsterling dan langsung menjadi pilar penting. Gelandang berusia 33 tahun itu tampil dalam 32 pertandingan sebagai starter di Liga Inggris musim lalu dengan mencetak satu gol dan enam asis, sekaligus membawa Sunderland finis di peringkat ketujuh untuk lolos ke Liga Europa.

Media Sky Sport Germany dan Blick melaporkan bahwa Xhaka telah mencapai kesepakatan verbal mengenai persyaratan pribadi dengan Chelsea. Namun, dilansir dari football.london, pihak Sunderland menegaskan tidak akan meladeni tawaran apa pun karena sang kapten masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2028.

"Chelsea on Granit Xhaka: express request from Xabi Alonso, his former coach at Leverkusen." ujar Luca Cerchione, jurnalis Italia melalui media sosial X.

Cerchione juga menambahkan informasi mengenai langkah awal yang sedang dipersiapkan oleh manajemen klub London Barat tersebut.

"Blues’ first offer: 30 million euros." kata Luca Cerchione.

Xhaka sendiri diketahui menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap metode kepelatihan Alonso selama masa kebersamaan mereka di Jerman.

"He is not a coach that is looking out for the names or status of players, in terms of who is older or younger, or who has played more games," kata Granit Xhaka, kapten Sunderland.

Xhaka menjelaskan bagaimana Alonso mengelola skuad secara adil dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pemain berdasarkan performa latihan.

"During the week, he is thinking about who deserves to play at the weekend because they are training well. He gives every player the chance to prove their importance to the team. I think to manage this is so difficult because you have different types of characters and nationalities, different languages." kata Granit Xhaka.

Mantan penggawa Arsenal ini menilai pengalaman Alonso sebagai mantan pemain kelas dunia sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri tim.

"But he has this experience as a player to give confidence to everyone. That’s why we performed like this as well." kata Granit Xhaka.

Di sisi lain, performa impresif Xhaka bersama Sunderland juga menarik perhatian mantan pemain Manchester United, Peter Schmeichel, yang menyarankannya agar direkrut ke Old Trafford melalui sebuah siniar.

"I think we should go and sign Xhaka." ujar Peter Schmeichel dalam siniar The Good, The Bad & The Football.

Schmeichel berargumen bahwa tim lamanya perlu membangun struktur skuad yang solid di sekitar para pemain muda potensial.

"I make my case, what we are going to do is build the team around Kobbie, right." kata Peter Schmeichel.

Ia menyoroti situasi hengkangnya gelandang senior serta kedatangan opsi pemain muda lain yang dinilai belum teruji di level tertinggi.

"Now, Casemiro is leaving. Now you bring in somebody like Wharton, Anderson whatever… that’s still young, that’s still untried." kata Peter Schmeichel.

Menurut pandangannya, United saat ini sangat membutuhkan tambahan figur pemimpin sejati di dalam ruang ganti mereka.

"What we need and what we don’t really have apart from Harry and Bruno in that team is proper leadership." kata Peter Schmeichel.

Schmeichel kemudian memuji kontribusi besar yang diberikan Xhaka di Stadium of Light sepanjang kompetisi musim lalu.

"When I look at what Xhaka’s done for Sunderland, Xhaka is the reason they are where they are." kata Peter Schmeichel.

Ia menegaskan kualitas kepemimpinan gelandang berpengalaman tersebut sangat mumpuni untuk menjaga stabilitas permainan tim.

"He has been absolutely amazing, his leadership qualities are great, he can play 80 per cent of the games, he’s a really good player." kata Peter Schmeichel.

Kekurangan karakter kepemimpinan yang kuat menjadi alasan utama bagi Schmeichel untuk merekomendasikan transfer sang pemain.

"We’re desperate for more leadership." kata Peter Schmeichel.

Menanggapi pernyataan tersebut, Nicky Butt memberikan pandangan tambahan mengenai dinamika peran Xhaka jika bergabung dalam sebuah tim besar.

"Xhaka would come in and go I’m not playing every game, but he would bring a lot to the squad." kata Nicky Butt.

Saat ini, Granit Xhaka sedang fokus membela tim nasional Swiss di Piala Dunia 2026, setelah berhasil membawa negaranya lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed