Conor Gallagher Bawa Tottenham Hotspur Lolos dari Ancaman Degradasi
Gelandang Tottenham Hotspur Conor Gallagher berhasil bangkit dari tekanan mental dan performa buruk pascapindah dari Atletico Madrid senilai 35 juta poundsterling pada Januari untuk membantu klubnya bertahan di Liga Primer Inggris.
Pemain tim nasional Inggris tersebut sempat mengalami masa sulit di bawah asuhan Thomas Frank yang langsung dipecat dalam waktu kurang dari sebulan, disusul taktik interim Igor Tudor yang mencadangkannya dan memicu kritik keras dari para suporter di Stadion Tottenham Hotspur.
Situasi kemudian berbalik setelah manajemen menunjuk Roberto De Zerbi yang menempatkan Gallagher sebagai gelandang serang untuk mengisi kekosongan akibat cedera James Maddison dan Xavi Simons, hingga akhirnya mengamankan posisi di atas West Ham United yang terdegradasi setelah menang 1-0 atas Everton di laga terakhir.
Gallagher mengungkapkan isolasi dan penolakan olahraga yang dialaminya selama masa gangguan manajerial yang berkelanjutan tersebut kepada Sky Sports.
"I’ve not really been able to speak to anyone in the last few months. It’s obviously been really tough times for me and the team and I’ve just been so focused on trying to improve to help the team as much as I can. I was low on confidence, the last manager wasn’t having me, the fans didn’t think I was any good." kata Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.
Ia menambahkan bahwa ketahanan mental yang kuat membantunya mengatasi masa-masa keterasingan di bawah asuhan Tudor dan memenangkan kembali hati para pendukung yang sempat kecewa.
"I mentally dealt with that really well. I knew I could come back and show the fans what I can really do. Hopefully it’s only the start because I’ve got so much to give and looking forward to building an even better connection with our fans." ujar Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.
De Zerbi mengembalikan kepercayaan diri sang pemain dengan memperlihatkan video performa masa lalunya di YouTube, menurunkannya sejak awal di setiap laga, dan menempatkannya sebagai nomor 10 yang berujung pada gol penentu kemenangan krusial saat melawan Aston Villa.
Selain Gallagher, James Maddison yang harus melewatkan banyak pertandingan akibat cedera lutut sejak pramusim turut memuji gairah besar dari manajer asal Italia tersebut dalam menyelamatkan tim dari keterpurukan.
Dilansir dari The Sun, Maddison menceritakan bagaimana De Zerbi bersama enam asisten pelatihnya bertahan di fasilitas latihan hingga pukul sembilan malam untuk melakukan analisis taktik pertandingan demi mengatasi badai cedera pemain seperti Mohamed Kudus, Dominic Solanke, Cristian Romero, Rodrigo Bentancur, Guglielmo Vicario, dan Dejan Kulusevski.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow