Devin/Faathir Tembus Final Macau Open 2026
Pasangan ganda putra Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan berhasil menembus babak final turnamen Macau Open 2026 di Macao East Asian Games Dome pada Minggu (21/6/2026). Keberhasilan ini menjadi capaian final pertama mereka di level BWF Super 300 sekaligus menjadikan mereka satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak.
Devin/Faathir melangkah ke final setelah mengalahkan wakil Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, di babak semifinal. Pada laga final turnamen BWF World Tour level Super 300 ini, pasangan bertipe kidal tersebut akan menghadapi pasangan baru dari Korea Selatan, Jin Yong/Lee Jong-min.
Sebelumnya, Jin/Lee patut diwaspadai karena tampil dominan saat menyingkirkan senior ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada babak 16 besar. Menghadapi laga krusial ini, persiapan matang dari sisi fisik dan mental terus dilakukan demi mengamankan gelar juara.
"Untuk final besok persiapannya, istirahat bagus, recovery bagus," kata Devin Artha Wahyudi dalam keterangan tertulis PBSI.
Devin juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi mental agar tetap tenang dalam menghadapi tekanan di pertandingan puncak.
"Yang paling penting pikirannya enjoy aja. Kalo masalah ketemu siapa, lawan siapa saja kami siap," imbuh Devin Artha Wahyudi.
Capaian positif dari pasangan muda ini mendapat apresiasi dari pihak sponsor sebagai buah dari program pembinaan atlet yang terstruktur oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Proses regenerasi ini dinilai berjalan di jalur yang tepat melalui pemberian jam terbang di kancah internasional.
"Keberhasilan Devin dan Faathir menembus final Macau Open 2026 menunjukkan bahwa investasi jangka panjang dalam pembinaan atlet muda mulai membuahkan hasil. Pengalaman bertanding yang mereka peroleh di berbagai ajang internasional, termasuk menghadapi pemain-pemain terbaik dunia, menjadi modal penting dalam membentuk karakter, mental juara, dan kualitas permainan yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi," kata Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.
Okki menambahkan bahwa potensi bulu tangkis di Indonesia sangat melimpah dan membutuhkan dukungan ekosistem yang solid.
"Prestasi yang diraih Devin dan Faathir membuktikan bahwa regenerasi atlet Indonesia berjalan dengan baik. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan ekosistem pembinaan yang kuat, kami optimistis semakin banyak atlet muda Indonesia yang mampu mengikuti jejak para pendahulunya dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," ujar Okki Rushartomo.
Sebelum mencapai final Macau Open 2026, Devin/Faathir yang dibina di Pelatnas telah mencatatkan sejumlah prestasi, seperti menjuarai Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India. Mereka juga sempat menembus semifinal di ajang wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan, serta mendapat kesempatan tampil di Indonesia Open 2026.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di sektor tunggal putra, Muhamad Yusuf, gagal melangkah ke final setelah dihentikan oleh Kantaphon Wangcharoen asal Thailand di babak semifinal. Kegagalan Yusuf ini menutup peluang Indonesia untuk mempertahankan gelar tunggal putra Macau Open yang tahun lalu diraih oleh Alwi Farhan.
Sebelumnya, pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (19/6/2026), Muhamad Yusuf sempat menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan unggulan pertama asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus, lewat pertandingan ketat tiga gim dengan skor 22-24, 21-16, 21-15.
“Pertama-tama bersyukur kepada Allah karena sudah diberikan lancaran dan bermain tanpa cedera apapun, serta bisa diberikan kemenangan. Pertandingan tadi, saya mencoba untuk tidak terburu-buru matiin lawan dan lebih berani ngadu,” kata Muhamad Yusuf dalam keterangan resmi PP PBSI menyusul kemenangan di perempat final tersebut.
Yusuf juga sempat mengevaluasi performanya pada gim pertama yang sempat kehilangan momentum di fase akhir.
“Di game pertama, saya sempat hilang fokus, jadi mainnya kurang sabar. Bisa mengalahkan Ng Ka Long Angus, Alhamdulillah sangat senang dan tidak menyangka juga,” ujar Muhamad Yusuf.
Dalam pertandingan tersebut, Yusuf menerapkan instruksi dari pelatih tunggal putra, Ihsan Maulana Mustofa, untuk tetap tenang menghadapi reli-reli panjang.
“Pelatih sendiri mengingatkan saya untuk bermain lebih sabar dan siap capek saja,” kata Muhamad Yusuf.
Menatap babak semifinal melawan Kantaphon Wangcharoen kala itu, Yusuf sempat menyatakan tekadnya untuk menjaga ritme permainan.
“Untuk besok saya harus lebih fokus lagi dan lebih yakin lagi,” ujar Muhamad Yusuf.
Secara keseluruhan, babak final Macau Open 2026 didominasi oleh para pebulu tangkis asal China. Sektor ganda putri menyajikan laga sesama wakil China antara Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue melawan Bao Li Jing/Cao Zi Han, sedangkan sektor ganda campuran menempatkan unggulan pertama Jian Zhen Bang/Wei Ya Xin sebagai kandidat kuat juara. Sektor tunggal putri mempertemukan sesama wakil Korea Selatan, Kim Ga-eun vs Park Ga-eun, sementara sektor tunggal putra mempertemukan Kantaphon Wangcharoen melawan Hu Zhe An asal China.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow