Disdukcapil Batam Sasar 16 Sekolah Gencarkan Perekaman KTP Elektronik
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam menggencarkan program Gaspol atau Gerakan Aksi Pelayanan On Location untuk mempercepat kepemilikan dokumen identitas bagi pelajar tingkat SMA dan SMK pada Selasa (19/5/2026).
Langkah jemput bola ini dilakukan secara bertahap demi melayani administrasi kependudukan pemula secara gratis tanpa mewajibkan siswa datang ke kantor dinas resmi. Pada hari yang sama, petugas bergerak melakukan pelayanan di SMK Kartini Batam serta SMA Negeri 18 Batam, sekaligus mendatangi warga yang sedang sakit di rumah sakit.
Jumlah pemohon yang dilayani pada setiap sekolah bervariasi setiap harinya. Pihak dinas menyesuaikan jadwal operasional berdasarkan kuota siswa di masing-masing lokasi yang telah memenuhi syarat wajib kartu identitas.
"Pada tahun ini kami sudah melakukan pelayanan di kurang lebih 16 sekolah tingkat SMA dan SMK," ujar Maya, Staf Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Batam.
Pihak sekolah dapat mengambil dokumen yang sudah selesai dicetak di kantor dinas pada hari berikutnya.
"Ada yang 20, 30, bahkan sampai 70 anak dalam satu hari. Kalau memang belum selesai, nanti kita lanjut lagi besok dan dijadwalkan kembali," kata Maya.
Mekanisme pendataan diawali lewat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau guna pemetaan target operasional.
"Perekaman akan terus berjalan sehingga memudahkan orang tua. Jadi tidak perlu lagi izin sekolah untuk mengurus KTP-el anaknya," ujar Adisthy, Kepala Disdukcapil Kota Batam.
Lembaga pendidikan juga diberikan ruang untuk mengajukan permohonan tertulis secara mandiri demi memfasilitasi para siswa.
"Kalau sekolah mengajukan surat, nanti kita masukkan ke daftar pelayanan. Tapi sekarang memang lebih banyak karena kami yang menghubungi langsung sekolah-sekolah," kata Adisthy.
Kegiatan serupa terkait pemuda juga dilaksanakan di Jawa Timur oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, pada Selasa (12/5/2026). Selain memantau perekaman data kependudukan di SMKN 2 Bojonegoro, pemerintah daerah setempat juga menyisipkan agenda edukasi mengenai bahaya narkotika bagi generasi muda.
Wabup menekankan pentingnya membangun mental generasi muda yang disiplin, berprestasi, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba sebagai bekal menyongsong masa depan dan Indonesia Emas 2045.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow