DPR Tagih Komitmen Bank Indonesia Kembalikan Kurs Rupiah

Smallest Font
Largest Font

Komisi Sebelas DPR RI menagih komitmen Bank Indonesia untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke level Rp16.500 per dolar Amerika Serikat sesuai asumsi makro APBN 2026 pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini mengemuka setelah mata uang Garuda mencatat rekor terlemah baru dengan menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat di pasar spot.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, pihak parlemen menilai pernyataan Presiden terkait warga desa tidak menggunakan dolar hanya bertujuan untuk menenangkan masyarakat yang panik di tengah tekanan mata uang nasional. Selain kejatuhan nilai tukar, tekanan ekonomi juga berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan yang melorot cukup dalam.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.56 WIB, rupiah bertengger di posisi Rp17.717 per dolar Amerika Serikat atau melemah 49 poin setara 0,28 persen dari penutupan sebelumnya yang berada pada angka Rp17.668. Kondisi ini memicu sejumlah bank nasional, seperti BRI, menetapkan kurs jual dolar Amerika Serikat hingga mencapai Rp17.730, bahkan ada yang menyentuh angka tertinggi Rp17.815.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa koreksi mata uang domestik tetap terjadi meskipun nilai tukar dolar Amerika Serikat sebenarnya sedang mengalami penurunan di pasar global. Pelemahan ini juga berbarengan dengan koreksi harga minyak mentah dunia akibat penundaan aksi militer Amerika Serikat ke Iran.

"Perlemahan ini mencerminkan sentimen yang lemah pada rupiah, investor menganggap pemerintah dan BI tidak cukup cepat bertindak dan menganggap ringan permasalahan di awal-awal," ujar Lukman Leong saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (19/5/2026).

Pihaknya memproyeksikan Bank Indonesia bakal menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Mei 2026 demi meredam gejolak ini. Namun, kebijakan moneter tersebut dianggap kurang berdaya selama ketidakpastian global dan harga minyak masih fluktuatif.

"Kalau dinaikan lebih awal, mungkin 50 bps sudah mencukupi, saat ini saya lihat 100 atau 150 BPS pun sulit meredam tekanan pada rupiah," ungkap Lukman Leong.

Sementara itu, fluktuasi juga terlihat pada kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor yang mencatat posisi Rp17.666 per dolar Amerika Serikat pada Senin (18/5/2026). Performa tersebut tercatat sempat menguat jika dibandingkan perdagangan hari Rabu (14/5/2026) yang berada pada level Rp17.496 per dolar Amerika Serikat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed