Efek Rumah Kaca dan Leila S Chudori Kolaborasi Lagu Laut Bercerita

Smallest Font
Largest Font

Grup musik Efek Rumah Kaca berkolaborasi dengan penulis Leila S. Chudori dalam menggarap lagu Matilah Kau Mati sebagai musik latar film pendek Laut Bercerita di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penggarapan karya musik ini berawal dari puisi karangan Leila yang kemudian ditransformasikan menjadi lirik lagu. Pemilihan grup musik indie tersebut telah direncanakan oleh Leila bersama sutradara Anggi Sejak awal proyek bergulir.

Rencana kerja sama tersebut semakin mantap ketika grup musik asal Jakarta itu diundang tampil dalam acara perayaan cetak ulang novel Laut Bercerita yang ke-100 di Gramedia Matraman.

"Dari awal saya udah pengen Efek Rumah Kaca (ERK). Dari sebelum mereka tahu akunya udah pengen Efek Rumah Kaca gitu. Bahkan saya sama Mas Anggi sutradaranya udah, 'Eh, kita pakai (lagu) Desember yuk,' gitu," ujar Leila S. Chudori, Penulis Novel Laut Bercerita.

Proses kreatif pembuatan lagu ini melibatkan penyesuaian teks puisi ke dalam aransemen nada hingga visualisasi video musik.

"Terus kita, 'Wah, kita harus pakai Desember.' Terus saya pikir, entar dulu deh, saya coba kirim ini dulu puisinya Laut, mau gak ya gitu kira-kira gitu. Jadi dari awal udah Efek Rumah Kaca," kata Leila S. Chudori, Penulis Novel Laut Bercerita.

Proses pengolahan karya sastra menjadi lagu dan media visual membutuhkan keterbukaan dari setiap kreator yang terlibat.

"Saya pikir kalau karya-karya kolaborasi tuh perlu kerelaan dari kreator utama, Mbak Leila, untuk karyanya diobrak-abrik demi interpretasi dari kami yang mengerjakan lagunya. Lalu begitu lagi diobrak-abrik oleh Ozi yang mengerjakan musik videonya. Nanti interpretasinya akan diobrak-abrik oleh para pembaca, penonton, pendengar lagunya untuk bisa rasa apa yang bisa diserap oleh mereka," ujar Cholil Mahmud, Vokalis Efek Rumah Kaca.

Proses panjang adaptasi karya tersebut diharapkan mampu memicu respons emosional bagi para penikmatnya.

"Lalu dia bisa menjadi katalis kah, atau menjadi awal dari pertanyaan-pertanyaan di diri mereka masing-masing yang mendengarkan, yang membaca, yang menonton musik video dan menonton filmnya nanti. Jadi memang interpretasi masing-masing teman tuh akan menjadi penentu nih kita akan menghasilkan apa karya-karyanya kita," kata Cholil Mahmud, Vokalis Efek Rumah Kaca.

Penikmat karya dinilai memiliki kebebasan penuh dalam meresapi makna lagu sesuai dengan pengalaman pribadi masing-masing.

"Tapi di ending-nya begitu mereka mendengarkan, saya kira kalau mereka merasa relate, itu akhirnya menjadi suara mereka gitu loh. Ya jadi siapa yang mendengarkan dan merasa, 'Wah, ini dia nih gue,' gitu, itu akhirnya menjadi suara mereka juga gitu," ujar Leila S. Chudori, Penulis Novel Laut Bercerita.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed